Zuckerberg menyatakan bahwa situs tersebut telah tumbuh di luar patokan awalnya yang memungkinkan pengguna bergabung lewat jaringan sekolah, kawasan, perusahaan, dan kini telah melampaui batasan negara.
Facebook mengklaim bahwa, karena kini mereka telah memiliki lebih dari 350 juta pengguna di seluruh dunia yang menggunakan layanannya, tidak lagi masuk akal untuk membatasi jaringan menggunakan setting asli yang ditetapkan.
Meski demikian, seperti dikutip Wptz, 2 Desember 2009, langkah yang diambil akan membantu memastikan keamanan tiap individu. “Orang akan bisa membatasi konten halamannya hanya bisa dilihat oleh teman, teman dari teman, dan semua orang,” ucap Zuckerberg.
Baru-baru ini Facebook berada dalam sorotan berbagai pihak dan pengguna karena melakukan perubahan di peraturan mereka. Kemarahan pengguna sangat meluas sampai membuat Zuckerberg mengembalikan status hak milik konten pengguna ke kondisi awal.
Pendiri Facebook tersebut menyebutkan, kontrol privasi akan menjadi lebih mudah digunakan oleh user dan memungkinkan mereka memiliki kontrol yang lebih besar atas siapa yang boleh melihat profil dan konten mereka.
Zuckerberg juga menyatakan bahwa dalam waktu dekat, pengguna akan diminta untuk menyimak ulang setting privasi mereka sebelum Facebook melakukan perubahan di situs jejaring sosial tersebut.
Belajar untuk mencintai Dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia... Berilah cinta tanpa meminta balasan Dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah...
Facebook Kembali Akan Lakukan Perubahan
VIVAnews - Perubahan besar akan segera hadir di salah satu situs jejaring sosial terfavorit di dunia. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook.com telah mengirimkan surat pada pengguna bahwa situs tersebut akan melakukan perubahan besar di setting jaringan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment