Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Sejarah Kaskus


PT DARTA MEDIA INDONESIA



Oleh:
M ADITYA PUTRA F
709210043













STATE UNIVERSITY OF MEDAN
2010
Apa Itu Kaskus?
Kaskus merupakan suatu sarana berbisnis yang jika dilihat hanya seperti sebuah bisnis yang maya, akan tetapi pemikiran seperti ini keliru sebab yang maya itu bukanlah bisnis yg ada didalamnya melainkan sarana bisnisnya itu yg maya, karena menggunakan perantara berupa jaringan yang kita sebut internet. tetapi kenyataannya bisnis yang ada dalam kaskus itu sendiri sangatlah nyata/real.
kaskus sendiri bukan hanya tempat untuk berbisnis tetapi, kaskus juga bisa sebagai media berita dan forum bebas bagi kaskuser dan orang lain.
Dalam bisnis jual-beli di kaskus memiliki banyak kategori ada dari kategori barang antik sampai barang saat ini, tetapi di dalam jual-beli barang tersebut kategori yang paling banyak di perjual-belikan adalah kategori elektronik, dimana dikaskus juga terdapat banyak iklan-iklan. menurut saya Kaskus adalah merupakan sarana berbisnis yang baik.
kaskus ini jika dilihat secara global termasuk dalam bagian Intensif, karena semua orang dapat mengakses kaskus hanya dengan menggunakan internet saja dan dimana yang kita ketahui pada daerah-daerah berkembang dan negara-negara berkembang internet itu sudah bukan merupakan sesuatu yang sulit dijangkau. contohnya saja di amerika layanan internet bisa kita dapatkan dimanapun kita berada dan semua itu free.
Tetapi jika kita melihat dari segi daerah-daerah terbelakang bagi mereka yang berada di daerah-daerah tersebut kaskus itu sendiri bisa dibilang merupakan sesuatu yang selektif dan bisa jadi disebut sesuatu yang eksekutif, sebab kebanyakan layanan internet sangat kecil untuk di gunakan dan biasanya tempat-tempat ini berada di pedalaman atau pinggiran suatu kota atau negara, sehingga jaringan internet belum sampai ke daerah-daerah tersebut. Jadi, dalam pembagian kaskus ini kita harus melihat dari lokasi atau tempat dan itu dilihat secara global atau secara non global.
Pagi itu di kantornya, kami bertemu Andrew Darwis, pemuda lulusan Art Institute of Seattle Computer Science, Seattle, Amerika Serikat. Usianya baru 31 tahun, berperawakan tinggi kurus, berkulit putih dengan gaya rambut model terkini. Ia memakai safari berwana biru dibalut celana jeans dan memakai sepatu kets. Gayanya nyaris tak beda dengan anak muda kebanyakan. Gembira dan menyenangkan.
Andrew Darwis adalah pendiri sekaligus pemilik situs komunitas terbesar di Indonesia Kaskus. Ia mendirikan Kaskus pada 6 November 1999 saat dia masih kuliah di Seattle. Bicara soal Kaskus, Andrew selalu berbicara tentang dua kenekatan yang dia lakukan.
“Saya datang ke Amerika boleh dibilang modal nekat, orangtua saya tak punya cukup banyak uang untuk membiayai saya. Saya bilang modali berangkatnya saja dulu, nanti urusan biaya hidup, saya akan usaha sendiri,” kata Andrew kepada orangtuanya setelah ia lulus dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Itulah kenetakan pertama yang dilakukan Andrew.
Andrew lalu mendarat di Amerika dan mendaftar kuliah di Art Institute of Seattle Computer Science, Seattle tahun 1998. Banyak yang mengira Andrew seorang progammer, tapi sebenarnya bukan. “Di tempat kuliah, saya malah belajar audio video, editing, dan desain grafis menggunakan komputer.” kata Andrew.
Berdirinya Kasak-Kusuk (Kaskus)
Setahun kemudian, dosennya memberikan tugas kelompok untuk membuat portal. Tidak seperti mahasiswa lain yang membuat portal pribadi mirip blog, Andrew bersama dua rekannya, Ronald dan Budi, membuat portal yang berisi berita dan informasi tentang Indonesia.
“Waktu itu perkembangan internet belum seperti sekarang, mahasiswa atau orang Indonesia yang tinggal di Amerika masih sulit mengakses informasi tentang Indonesia,” ujar Andrew mengemukakan alasan.
Konsep awal Kaskus se benarnya adalah situs yang mampu mengentaskan dahaga mahasiswa Indonesia di luar negeri akan kampung halaman melalui berita-berita Indonesia. “Sayangnya tak ada di antara kami yang bisa menulis berita, akhirnya kami hanya mere-write berita-berita tentang Indonesia dari CNN,” ujar Andrew.
Portal itu diberi nama “Kaskus”, singkatan dari Kasak-Kasuk. Andrew memang menginginkan nama yang unik, sederhana, tapi mudah diingat seperti Google atau Yahoo.
Dengan membeli server seharga 3 dollar saja, Andrew dan kawan-kawan mulai membangun Kaskus pada 6 November 1999.
Setelah mendapat nilai bagus dari dosennya, mereka terus mengolah dan mengisi portal tersebut dengan bermacam konten. Bergantian mereka menulis bermacam hal. Mulai dari berita-berita hangat, acara-acara komunitas Indonesia di Amerika, sampai informasi jual-beli.
Setelah sekian lama, ternyata malah seksi forum di portal tersebut yang berkembang. Kaskuser (sebutan anggota Kaskus) yang kebanyakan mahasiswa Indonesia di Amerika saling bertukar informasi di forum itu. Misalnya tentang harga sewa apartemen murah atau informasi pekerjaan di restoran-restoran. Kaskuser juga sering melakukan jual beli seperti kaset, CD, kaus, dan barang-barang lain.
Namun, saat itu Kaskus belum menghasilkan uang buat mereka, “Kami kerjakan dengan senang hati, dan belum bisa jadi sumber pemasukan ketika itu,” jawab Andrew.
Berapa lama kemudian karena berbagai kesibukan, Ronald dan Budi mundur dari Kaskus karena menganggap Kaskus sama sekali tidak menghasilkan keuntungan, hanya menghabiskan waktu yang mereka punya. Hanya Andrew yang kemudian bertahan, dan mengelola sekaligus menjadi moderator bermacam kategori forum di Kaskus.,
“Orientasi saya bukan uang, melihat anggota bertambah satu orang saja, senangnya bukan main,” kata Andrew menceritakan alasannya bertahan. Seiring waktu, semakin hari semakin banyak anggota baru yang mendaftar. Mereka umumnya ingin membeli atau menjual barang. Akhirnya Kaskus indentik sebagai Forum Jual Beli (FJB). namun Kaskus terpaksa vakum selama 8 bulan.
 “Lalu Ken datang ke Amerika dan memberitahu saya hal penting,” ujar Andrew. “Dia bilang kalau penggemar Kaskus di Indonesia cukup besar,” lanjutnya. Ken yang juga sepupu dari Andrew memaksanya untuk pulang dan mengaktifkan Kaskus kembali. “Sayang teknologinya sudah ada tapi tidak dipakai,” saran Ken.
“Ini kenekatan saya yang kedua,” kata Andrew sambil tersenyum. Apa pasal? Setelah bertahun-tahun tinggal di Amerika, lalu pulang ke Indonesia dan membangun perusahaan berbasis internet networks tentu tindakan yang terbilang nekat. Apalagi Kaskus masih belum begitu dikenal. Tapi Andrew telah bulat memutuskan pulang ke Indonesia pada tahun 2008.
Dia membeli server di Kanada dan mulai merancang manajemen Kaskus. Selama dua bulan Andrew bersama temannya, Ken Dean, membenahi Kaskus sebelum benar-benar menjadi perusahaan profesional.
Kaskus kemudian diaktifkan kembali dengan konsep berbeda. Situs ini tak lagi diisi oleh berita-berita CNN, melainkan menjadi sebuah forum di mana tulisan-tulisan diposting sendiri oleh para kaskuser (pengguna Kaskus). Konsep tersebut membuat pengunjung Kaskus meningkat. “Orang Indonesia memang dasarnya cerewet makanya ketika konsep diganti menjadi forum online, makin tambah ramai,” ujar Andrew sambil tertawa.
Dibukanya kebebasan bagi para member untuk memposting tulisan mereka, membuat Kaskus kebanjiran konten-konten porno. Hal ini yang mendorong Andrew untuk menyediakan rubrik khusus berbau seks dengan nama BB-17. “Bila di sejumlah wilayah Indonesia ada wilayah lokalisasi PSK, di situs ini kami juga menyediakan lokalisasi untuk konten-konten porno itu daripada mereka memposting semua konten itu di sembarang tempat.” ujarnya.
Sejak saat itu diakui Andrew, Kaskus identik dengan situs porno, padahal masih banyak rubrik lain yang bermanfaat. “Waktu server sampai, kami pikir kami bisa langsung set up dan berjalan. Tapi ternyata belum karena saat itu Indonesia sedang ramai isu UU Porografi dan UU ITE, kami sempat bingung, jangan-jangan langsung dibanned,” kata Andrew menyoal tuduhan miring terhadap Kaskus sebagai situs dewasa. Sebagai bentuk kesadaran, Andrew mengambil keputusan untuk menghapuskan BB-17 dan membersihkan Kaskus dari konten porno.
“Anehnya pengunjung Kaskus bukannya berkurang tapi malah bertambah terutama member perempuannya,” tuturnya. Dari sebelumnya hanya 400 ribu pengguna meningkat menjadi 960 ribu pada 2009, di mana 75%-nya adalah pengunjung loyal. Selain itu 95% server yang digunakan Kaskus dipindahkan dari Amerika ke Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas akses pengguna.
Seiring dengan bertambahan jumlah kaskuser, konsep situs Kaskus pun mulai cenderung berubah sebagai market place. Lambat laun banyak yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan di Kaskus. “Seorang kaskuser ada yang menjual keripik pisang di Kaskus dan jualannya sangat laku hingga 3.000 order per hari, tak hanya itu ada pula yang kerjaannya menjual kamera di Kaskus dan setiap minggu dia bisa menghasilkan omset hingga 100 juta rupiah,” tutur Andrew.
Dilirik Google dan Yahoo
Kini dengan kapitalisasi anggota mencapai jutaan orang, Kaskus bertengger di urutan 6 dari 10 besar situs yang paling sering dikunjungi di Indonesia dan menjadi situs komunitas nomor 1 di Indonesia.
Andrew pun tinggal memetik hasil jerih payahnya. Kaskus tak perlu lagi terlalu repot berpromosi, karena nyaris semua pengguna internet di Indonesia kenal Kaskus.
Hanya dalam tempo dua tahun sejak dikelola di Indonesia, Kaskus telah meraih 3 penghargaan bergengsi. Dari Microfost sebagai Indonesia Innovative Top Web Site (2008), dari Indosat sebagai The Online Inspiring (2009) dan mendapatkan gelar The Greatest Brand Of The Decade dari Marketeers Award (2010).
Menyimak keberhasilannya, sejumlah pihak mulai mendekati Kaskus untuk dibeli. Kabarnya Goggle dan Yahoo pernah mengajukan penawaran. Tapi Andrew belum mau melepas Kaskus begitu saja.
“Saya tak penah ingin menjual Kaskus dengan sistem jual putus, kecuali penanaman modal oleh investor, itu pun kami lihat dulu apakah visi kami sama dengan mereka,” ujar Andrew.
Andrew dengan tegas menolak investor yang belum-belum sudah menghitung target keuntungan. Andrew mengaku tidak menomorsatukan iklan. Ia ingin memegang teguh kepercayaan jutaan orang terhadap Kaskus sebagai forum komunitas paling nyaman dan bebas bersuara. Andrew ingin para kaskuser terus menikmati kenyamanan yang mereka sajikan tanpa terganggu komersialisasi.
“Kami senang karena situs yang kami buat ini bisa membantu orang lain dan berperan serta memajukan “ekonomi kerakyatan,” canda Andrew.
Mempertahankan Kaskus
Demi mempertahankan member yang sudah ada, Andrew dan Ken memiliki trik tersendiri. Mereka berusaha untuk mendekatkan diri kepada para member dan mau mendengarkan serta merespon keluhan yang mereka sampaikan dengan baik. “Lagipula Andrew gampang dikontak sehingga member memiliki ikatan yang kuat dengan kami,” sahut Ken.
Menurut Ken industri kreatif seperti yang mereka lakukan saat ini memiliki prospek bisnis yang bagus. “Bisnis ini ibarat tanah kosong di Sudirman yang di masa datang, nilainya akan semakin tinggi,” ungkap Ken. Menurutnya dalam bisnis internet, pengusaha bisa melakukan trial and error dengan mudah, sehingga mereka tidak perlu takut gagal karena tidak ada konsekuensi materil yang besar. Namun menurut Ken agar industri seperti ini bisa maju, harus dilakukan oleh banyak pemain secara massal untuk menghasilkan persaingan yang luas dan ketat.
“Harus ada keinginan kuat dari masyarakat Indonesia untuk mengembangkan industri kreatif ini. Sehingga pada saatnya nanti masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mengakses situs buatan luar negeri,” ujar Ken. Bahkan boleh jadi nantinya situs Indonesia pun digemari masyarakat dunia.
Perkembangan Kaskus
Pada bulan Agustus 2005, PC Magazine Indonesia memberikan penghargaan kepada situs Kaskus sebagai situs terbaik dan komunitas terbesar, kemudian Kaskus terpilih kembali sebagai website terbaik pilihan pembaca PC Magazine pada 2006.
Pada tanggal 23 Mei 2006 manajemen Kaskus terpaksa mengubah domain dari .com menjadi .us, karena penyebaran virus Brontok yang dibuat dengan tujuan menyerang situs-situs besar Indonesia dimana Kaskus masuk dalam target penyerangan.
Awal April 2007, manajemen Kaskus menambah 2 server baru untuk meningkatkan performance situs Kaskus (Dell Server).
Pada tanggal 16—17 Mei 2008, Kaskus diserang menggunakan teknik DDoS (Distributed Denial of Service) oleh oknum yang diduga berasal dari komunitas YogyaFree.[8] Serangan ini menyebabkan database Kaskus corrupt sehingga administrator terpaksa mengunci thread-thread yang ada.
Penyerangan tersebut diduga terkait dengan peristiwa perusakan (deface) situs YogyaFree beberapa hari sebelumnya.[8] Penyerang yang mengklaim dirinya sebagai salah satu anggota Kaskus juga melontarkan celaan yang bernada mengejek di salah satu bagian forum YogyaFree. Hal tersebut membuat beberapa anggota YogyaFree berang, dan kemudian balik menyerang Kaskus dengan DDoS. Akibatnya, administrator Kaskus terpaksa mematikan server Kaskus.[8]
Perang cyber antara kedua komunitas ini akhirnya selesai ketika kedua pengelola situs menandatangani memorandum online untuk menyudahkan pertikaian di antara keduanya. Pesan tersebut dipampang selama beberapa minggu di halaman situs masing-masing.
Meskipun kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan ini cukup berat,[8] administrator Kaskus menjanjikan bahwa Kaskus akan kembali normal pada bulan Juli 2008, seiring dengan diluncurkannya server baru Kaskus di gedung Cyber, Jakarta.[8] Namun, ia juga mengatakan bahwa data-data yang akan dimunculkan kembali adalah data yang dimuat sebelum tahun 2008, sementara data yang dibuat selama tahun 2008 tidak dapat dimunculkan kembali.
Pada Juli 2008, Pengelola Kaskus akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan server Kaskus di Indonesia. Untuk keperluan tersebut Kaskus membeli 8 server Dell PowerEdge 2950 dan dioperasikan melalui jaringan open IXP. Akibat dari ini akses Kaskus berlipat ganda dan akhirnya pengelola berencana menambahkan 8 server lagi sehingga total yang akan beroperasi di bulan September adalah 16 server.[3]
Sebelum UU ITE diberlakukan, Kaskus memiliki dua forum kontroversial, BB17 dan Fight Club. BB17 (kependekan dari buka-bukaan 17 tahun) adalah sebuah forum khusus dewasa dimana pengguna dapat berbagi baik gambar maupun cerita dewasa. Sementara itu, Fight Club adalah forum yang dikhususkan sebagai tempat berdebat yang benar-benar bebas tanpa dikontrol. Seringkali masalah yang diperdebatkan berkaitan dengan SARA. Penghinaan terhadap suku dan agama lazim terjadi.
Setelah diberlakukannya UU ITE, Kaskus segera menutup BB17 karena bertentangan dengan UU ITE tentang penyebaran materi pornografi.[9] Fight Club diubah namanya menjadi Debate Club. Fight Club dan Debate Club pada dasarnya memiliki fungsi yang sama sebagai tempat untuk berdebat, hanya saja kontrol di Debate Club diperketat. Setiap thread baru yang dibuat user terlebih dahulu disensor oleh moderator. Bila dianggap tidak layak dan membahas SARA, maka thread itu akan dihapus.
Untuk menghapus citra negatif Kaskus sebagai media underground[10] dan situs porno[9], Kaskus mengubah tampilannya pada tanggal 17 Agustus 2008.[11] Tampilan baru kaskus dibuat penuh warna. Selain itu, Kaskus juga menambahkan fitur-fitur baru seperti blog dan Kaskus WAP.
Pada tahun 2008 Kaskus juga dijuluki Microsoft sebagai KASKUS Web Site that recognized as Indonesia Inovative Top Web Site dan pada tahun 2009 dijuluki oleh Indosat sebagai The Online Inspiring Award.
Tidak salah memang Kaskus mengklaim sebagai The Largest Indonesian Community seperti yang dipake sebagai taglinenya. Buktinya, ada 2 juta lebih Kaskuser (sebutan untuk member Kaskus) saat ini, 200 juta lebih jumlah tulisan (postingan) yang ada di sana, bahkan mencatat 25 juta pageviews per hari! Kaskus juga merupakan website asli Indonesia yang menempati posisi paling atas di Alexa, bahkan di atas Detik.com.
Selain merupakan sebuah brand komunitas, Kaskus yang ‘dilahirkan’ 10 tahun lalu oleh Andrew Darwis yang sedang kuliah di Amerika Serikat juga merupakan sebuah brand komersial. Kaskus dikelola oleh PT Darta Media Indonesia, perusahaan yang didirikan oleh Andrew sekembalinya di Indonesia, yang menangani urusan operasional, teknis server, hingga marketing. Kaskus mendapatkan pemasukan dari iklan serta donasi para Kaskuser, yang utamanya digunakan agar Kaskus tetap bisa beroperasi. Nilai iklannya pun cukup fantastis, puluhan hingga hampir dua ratus juta rupiah per bulannya!
Kaskus berisi berbagai sub forum tentang berbagai macam hal yang biasa diobrolkan di dunia nyata. Dari hal-hal tentang kehidupan sehari-hari, gosip, teknologi, politik, debat, seni, bisnis, hingga yang aneh-aneh seperti sub forum supranatural. Kaskus juga memiliki marketplace yang bernama Forum Jual Beli, dimana setiap Kaskuser bisa menjual dan membeli hampir barang-barang apapun. ‘Pasar Rakyat’ ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena perputaran uang di FJB setiap bulannya mencapai lebih dari 150 miliar rupiah per bulannya!
Kaskus pun sangat dicintai oleh anggota komunitasnya. Buktinya adalah para Kaskuser sangat suka membuat hal-hal bermanfaat yang bertema Kaskus. Salah satunya adalah penyanyi hip hop Saykoji (id kaskusnya: saykojigor), yang saking cintanya dengan Kaskus, dia sampai membuat Kaskus Anthem, yang dapat didownload dengan cuma-cuma oleh pengguna Internet! Kaskuser yang “rakyat biasa” pun tidak kalah cintanya kepada Kaskus. Yang paling sering dilakukan adalah membuat kaos-kaos Kaskus, jadi jangan heran kalo kemana-mana suka ngeliat ada yang pake kaos Kaskus aneka warna dan corak, dengan logo Kaskus dan tagline-nya yang terlihat. Banyak juga yang buat wallpaper Kaskus yang keren-keren banget. Nah, ekstrim banget nih orang, bahkan sampai ada yang bikin game Facebooknya segala!
Kalau melihat Kaskus kaya sekarang ini, kira-kira apa ya yang membuat Kaskus sangat populer?
Kalau dilihat-lihat menurut New Wave Marketing-nya Pak Hermawan Kartajaya, ternyata Kaskus adalah sebuah brand yang sangat New Wave! Hampir semua ciri-ciri dan aplikasi dari New Wave Marketing dapat ditemukan di Kaskus.
Pak Hermawan Kartajaya menceritakan bahwa marketing gaya lama sudah mati, dan sekarang adalah eranya New Wave Marketing. Di sana, pak Hermawan menceritakan summary apa itu New Wave Marketing. Nah, disini kami akan menunjukkan unsur-unsur Marketing Value era New Wave (Character, Care, dan Collaboration) yang dimiliki oleh Kaskus sebagai brand komunitas. Hal-hal ini membuat kami yakin bahwa Kaskus adalah brand 100% made in Indonesia yang New Wave banget!
Unsur New Wave Marketing Value yang pertama adalah Character (karakter). Karakter yang dibangun sejak Kaskus pertama ‘dilahirkan’ adalah tentang kebebasan berekspresi. Tidak ada hak mengemukakan pendapat yang dibungkam di Kaskus, selama menaati norma-norma yang berlaku tentunya. Kebebasan berekspresi inilah yang membuat Kaskus berisi konten-konten yang sangat variatif sekali. Bahkan berita-berita yang ada di Kaskus beberapa kali ‘mendahului’ keluarnya berita di media-media lainnya di Indonesia, baik cetak maupun Internet. Salah satu contohnya adalah tentang bom di Kuningan Juli lalu. Dua menit setelah ledakan, Kaskuser yang ada di sekitar TKP memfoto TKP dan mengirimkannya di Kaskus. Sepuluh menit kemudian, berita tersebut baru menyebar di televisi nasional.
Karakter Kaskus berikutnya adalah tentang identitas. Kaskuser memiliki istilah-istilah unik yang disepakati bersama secara tidak langsung sebagai bahasa dan identitas Kaskuser. Beberapa di antaranya adalah agan/juragan, sapaan akrab kepada Kaskuser lain. Pertamax, untuk menyebut reply pertama kali terhadap satu thread. Juga momod dan mimin, sapaan akrab terhadap moderator dan admin. Ada lagi cendol dan bata untuk menyebut Good Reputation Point dan Bad Reputation Point.
Unsur kedua dalam New Wave Marketing Value adalah Care (kepedulian). Kaskus adalah sebuah brand yang sangat menunjukkan kepedulian dan penghargaan. Bagi sesama Kaskuser, kepedulian ditunjukkan dengan memberikan rating (bintang 1-5) atau cendol bagi thread yang dianggap bermanfaat oleh Kaskuser lain. Bagi thread-thread yang dianggap bermanfaat untuk dibaca seluruh Kaskuser, administrator Kaskus membuat thread tersebut menjadi ‘hot thread’ sehingga tampil di halaman depan Kakus. Sebuah penghargaan besar bagi Kaskuser yang membuat thread tersebut apabila threadnya menjadi ‘hot thread’.
Kepedulian berikutnya ditunjukkan oleh sikap perusahaan yang menaungi Kaskus (PT Darta Media Indonesia) kepada para anggotanya. Apabila mau, sebenarnya Kaskus bisa meraup untung lebih banyak dengan menambah jumlah banner-banner iklan. Namun, karena mereka berorientasi kepedulian dan penghargaan kepada anggota komunitasnya, banner-banner iklan yang tersedia tidak terlalu banyak jumlahnya dan tidak mengganggu aktivitas diskusi di forum (sumber). Kaskus juga dijamin akan selalu jadi produk Indonesia, karena Kaskus tidak akan dijual kepada pemegang saham asing .
Meskipun perusahaan internet dunia, seperti Yahoo, Google dan Microsoft telah menghubungi Kaskus untuk bekerja sama. Bahkan selama sepuluh tahun eksistensinya, Kaskus berjanji untuk selalu mengedepankan sumber daya lokal yang ada, baik sumber daya manusia maupun sumber finansial.
"Mereka (Yahoo, Google dan Microsoft) sempat mengajukan beberapa kerja sama, khususnya dalam menggunakan teknologi yang mereka miliki untuk Kaskus. Namun kami lebih suka mencari orang-orang pintar di Bandung atau di Yogya untuk memaksimalkan kemampuan yang mereka miliki demi perkembangan Kaskus. Toh, banyak juga Kaskuser yang pintar-pintar,"
New Wave Marketing Value yang ketiga alias terakhir adalah tentang Collaboration (kolaborasi). Sudah sangat jelas bahwa forum seperti Kaskus adalah sarana kolaborasi raksasa. dua juta lebih Kaskuser tentu tidak mungkin diakomodir dalam satu kegiatan atau pertemuan saja. Oleh karena itu, Kaskuser yang ada di provinsi-provinsi, kota-kota, bahkan kampus-kampus se-Indonesia membuat Kaskuser regionalnya masing-masing. Juga di luar negeri yang ada di hampir semua benua. Masing-masing regional ini bebas melakukan kopi darat dan mengadakan kegiatannya masing-masing. Dari kolaborasi menanggapi sebuah isu sosial, kolaborasi donasi untuk membantu korban bencana, kolaborasi dalam bentuk kopi-kopi darat, sampai kolaborasi untuk menunjukkan kecintaan terhadap Kaskus, bicara tentang Kaskus artinya bicara tentang kolaborasi massal.
Tidak heran, Kaskus saat ini ke depannya akan tetap menjadi The Largest Indonesian Community. Dari barat ke timur Indonesia, hingga ke hampir seluruh benua di dunia, semua Kaskuser tersebar. Dari ‘hanya’ 628ribu lebih member di tengah tahun 2008 menjadi empat kali lipatnya di akhir tahun 2010. Bayangkan tahun depan berapa banyak lagi jumlahnya. Tentu saja hal ini akan berbanding lurus dengan nilai bisnis (iklan)-nya, yang pastinya akan dikembalikan untuk perkembangan Kaskus lagi.
Dari tiga Marketing Value yang dimiliki Kaskus saja, belum lagi melihat taktik pemasaran, pilar-pilar marketingnya, dan konektor-konektornya, sudah sangat terlihat bahwa Kaskus adalah sebuah brand yang sangat horisontal, humanis, dan dicintai komunitasnya. Ya, ini semua karena Kaskus adalah sebuah brand Indonesia yang “New Wave” banget!.
Kaskus Kedepannya
Memang, kelebihan Kaskus yang paling diminati oleh para pengunjungnya adalah sifatnya yang "underground" dan mengutamakan {freedom of speech} (kebebasan berbicara). Hal inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang pintar di Kaskus untuk menunjukkan kebolehannya, bahkan kebolehan yang "berbahaya" dan kerap mengundang kontroversi sekalipun.
Kaskus ini juga kalau dilihat dari tipe channel yang berbasiskan internet dapat digolongkan sebagai Shopping agents (e-agents) dimana membantu para konsumer yang menggunakan layanan jasa internet untuk memperoleh data tentang produk apa yang mereka butuhkan dan bagaimana mereka menghubungi orang untuk memesan atau membeli barang tersebut dalam rangka untuk membuat keputusan pembelian. Jadi lewat kaskus ini para calon pembeli dapat secara visual melihat calon barang yang akan dib eli dan membandingkannya dengan barang lain baik dari sisi harga, ataupun feature yang ada.





Hal Terindah Dalam HidupHal Terindah Dalam Hidup

air-kehidupan.jpg

Hal Terindah Dalam Hidup

Hal terindah dalam hidup ini adalah disaat kita bahagia. Banyak hal yang bisa membuat seseorang itu merasa bahagia, apakah itu karena kenaikan gaji, promosi, atau berkat-berkat lain yang bisa membuat seseorang itu tersenyum dan tertawa. Tapi banyak hal pula yang bisa membuat seseorang itu sedih. Mungkin dikarenakan ditinggal oleh orang terkasih, mengalami kecelakaan, diPHK dan banyak lagi segudang masalah yang bisa membuat seseorang itu murung dan menangis. Itulah hidup, yang harus dijalani oleh setiap umat manusia. Seberat apapun permasalahan yang ia hadapi, tetap harus terus dijalani karena hidup tidak berhenti hanya karena sebuah masalah.

Jika kita amati, dewasa ini banyak orang yang menderita. Apakah itu karena tingginya tingkat kebutuhan hidup secara materi, apakah itu karena adanya isu dan sejumlah permasalahan di Negara saat ini ataukah permasalahan intern dalam masyarakat dan keluarga. Memang masalah tidak akan pernah luput dari kehidupan kita, ia akan selalu ada, berjalan beriiringan dan selalu mengusik ketenangan hidup kita. Pasalnya sekarang, apakah kita bisa menghadapi tiap hal yang mengusik ketentraman hidup kita ini? Tidak setiap orang mampu bertahan dalam setiap masalah yang ia gumuli. Seseorang yang ingin cepat kaya, rela mengambil jalan pintas dengan cara korupsi. Suami yang tidak bekerja, dengan mudah mencuri demi untuk menghidupi keluarganya. Sebuah keluarga harus tinggal terpisah hanya karena masalah ekonomi yang mereka hadapi. Seorang lulusan smu mengorbankan dirinya jatuh dalam “dunia gelap” hanya karena ingin sekedar mendapatkan rupiah. Apakah ini sebenarnya hidup yang merupakan anugerah besar dari Sang Khalik?

Apakah hal-hal demikian dianggap sebagai sebuah kehidupan umat manusia masa kini? Disadari atau tidak emang inilah fakta yang kalau kita perhatikan banyak sekali terjadi dalam masyarakat kita. Begitu banyak manusia di luar sana yang harus menjalani hidup sangat memprihatinkan. Sebagai contoh, keluarga yang harus hidup terpisah. Mereka tidak lagi bisa merasakan kehangatan kumpul bersama keluarga. Anak merindukan perhatian dan cinta kasih orang tua nya yang selama masih bersama dapat ia rasakan setiap waktu, sang istri/suami tidak bisa lagi saling memperhatikan dan berbagi cerita setiap saat. Karena jarak yang terlalu jauh memisahkan mereka. Terkadang sempat terbersit, “sampai kapan kita harus seperti ini? Tidah kah kau ingin melihat anak-anak ini tumbuh?” tidak jarang para istri mengeluh demikian. Dan tidak sedikit pula suami-suami yang berbisik “aku ingin berada didekat anak dan istriku”

Adapula anak yang harus berjauhan dari orang tua karena ingin mengejar cita-cita. Dia sanggup melakukan apasaja asalkan keinginan untuk melanjutkan sekolah terwujud. Dilemma anak-anak jalanan yang harus bekerja siang dan malam,dari menjual Koran, asongan, bahkan mengemis. Keberadaan mereka terkadang mengganggu tetapi ini juga suatu tuntuan hidup buat mereka. Diusia belia, mereka harus bekerja, bermandikan terik matahari dan dinginnya malam. Sepintas tersirat dibenak kita, dimanakah orang tua mereka? Mengapa begitu tega membiarkan anak-anak ini bertungkus lumus siang dan malam?

Apakah ini sudah menjadi jalan hidup mereka? Yah begitulah hidup. Kita dituntut untuk melakukannya, kita dipaksa untuk mengikuti alurnya. Bahkan mau tidak mau, jalan kehidupan itu memang sudah seharusnya dilalui. Tapi apakah kita hanya menyerah begitu saja pada hidup? Tidak adakah jalan lain yang dapat kita lakukan untuk mengubahnya? Tetapi adapula yang berkata” ini sudah takdir saya, jadi mau apalagi yah..harus dijalani”. Hidup manusia berasal dari Yang Maha Kuasa. Kita adalah milikNYA. Apapun yang IA ingin perbuat terhadap kita pasti akan DIA lakukan. Namun, sesungguhnya tidak ada yang buruk yang pernah DIA berikan pada kita,hanya yang terbaik dan selalu yang terbaik. Terkadang kita yang tidak pernah mengerti SANG PENCIPTA. Sebagi contoh, seorang karyawan pada sebuah perusahaan swasta katakanlah sebuah bank, sanggup menggelapkan uang perusahaan hanya karena alasan ingin menjadi orang terpandang dilingkungannya. Padahal semula ia hidup tenang bersama keluarganya disebuah rumah sederhana yang ia beli dari hasil usahanya yang halal. Hanya sekejap saja, buah perbuatan jahatnya dapat ia petik, selanjutnya sisa hidupnya ia habiskan dengan merenungi nasibnya di balik jeruji tahanan sambil bergumam” yah, sudah takdir saya masuk penjara

Dari ilustrasi tersebut dapat dilihat bahwa SANG KUASA tidak pernah mengabaikan kita, DIA tahu mana yang terbaik untuk kita. Tapi tetap saja manusia ciptaanNYA menghujat DIA bila problema mendekat. Tidak adakah kata-kata manis yang seharusnya kita panjatkan kepadaNYA selain daripada hujatan dan caci maki atas setiap penderitaan yang kita alami, yang sudah jelas kitalah pelaku untuk setiap derita yang ada pada kita saat ini?

Maka jalanilah hidup ini dengan apa adanya, apa yang kita miliki yang merupakan pemberian dari Sang Pencipta. Tidak perlu terlalu mengejar hal yang sifatnya sementara, karena hanya sesaat kita menikmatinya. Materi yang kita miliki saat ini merupakan pinjaman dari Sang Pemberi. Untuk apa terlalu mencintai sesuatu yang tidak memiliki nilai keabadian yang absolute. Carilah kasih dan damai sejahtera dalam hidup, kelak apa pun yang kita perbuat akan senantiasa terberkati dan berkat itu pasti akan selalu tercurah tanpa kita minta. Sesuatu yang sudah Tuhan rencanakan akan terjadi untuk kita, kelak akan terlaksana. Tinggal lagi kita harus membekali diri dengan kesabaran ekstra untuk menunggu waktuNYA tiba. Kapan? Kita juga tidak tahu, tidak mampu untuk memprediksikannya. Tidak pula sanggup untuk mengetahui alur cerita yang telah DIA berikan buat kita. Lantas apa yang seharusnya kita lakukan. Apakah hanya menunggu dan menunggu tanpa berbuat sesuatu? Jawabnya tentu tidak. Ibarat seorang nelayan yang sedang melaut ditengah samudra lepas, mengharap kembali dengan perahu penuh ikan, namun tak kunjung melepaskan umpan dan kail.

Bagaimana mungkin ikan-ikan lompat masuk ke dalam perahu sang nelayan kalau tidak ada usaha darinya untuk mengundang ikan-ikan itu masuk perahu. Seperti itu pula lah hidup kita, tanpa usaha apapun yang kita harapkan tidak mungkin akan terwujud. Tuhan menghendaki kita berusaha dalam setiap detik kehidupan kita. Berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, apakah itu pekerjaan, materi, atau seseorang yang kelak akan menjadi pasangan hidup kita atau apapun yang kita inginkan dalam hidup. Agar berbuah sempurna, usaha itu harus pula di iringi doa-doa kecil yang selalu kita panjatkan dalam setiap hembusan nafas yang kita tarik dan hirup. Tak lupa ucapkan syukur. Panjatkan rasa syukur kita pada Sang Pemberi Kehidupan. Katakan padaNYA bahwa sungguh suatu anugerah dan berkat yang begitu besar yang DIA berikan bagi kita setiap hari. Refleksikanlah diri kita setiap hari, pekalah terhadap sekelilingmu.

Lihatlah mereka yang membutuhkan bantuan mu..apakah mereka yang membutuhkan perhatianmu, kasih sayang darimu ataupun sekedar bantuan materi dari mu. Berikanlah apa yang ada padamu pada sesamamu…ikhlaslah dan jangan biarkan hatimu menggerutu dengan pemberian mu itu. Namun, hal terbesar yang dapat kau berikan kepada sesamamu adalah Cinta Kasih. Itu mahal nilainya, tidak dapat dibeli dengan apapun. Perhatikanlah rekan-rekanmu, dan kasihilah mereka senantiasa. Selayaknya kau mengasihi dirimu. Karena tidak ada satu orangpun yang tidak butuh kasih. Kasih itu menyejukkan. Bila amarah ada padamu dikarenakan oleh perbuatan rekan atau pun saudaramu, sejukkanlah hati dan perasaanmu dengan kasih. Jadikanlah kasih penawar dari setiap kebimbangan dan kegalauan hatimu..karena Kasih sejati itu tidak datang dari manusia namun dari Sang Empunya kehidupan. Maka dari itulah, sebagaimana Allah SWT mengasihimu, begitu pulalah hendaknya kau perbuat terhadap sesamamu.

Note :

Jalani kehidupan dengan bijaksana, tentukan tujuan hidup yang akan dicapai hari ini dan masa mendatang serta bersyukurlah selalu pada Sang Khalik.

Prinsip 90/10 dari Stephen Covey

Prinsip 90/10 dari Stephen Covey

Menurut prinsip ini, 10% dari kehidupan kita terdiri dari apa yang terjadi kepada kita, selebihnya (90%) tergantung dari sikap kita dalam menghadapinya. Artinya, kita tidak dapat mengontrol apa yang akan terjadi kepada kita “CUMA” 10% itu.

Kita tidak dapat mencegah mobil kita dari kerusakan. Pesawat kita mungkin di delay yang menyebabkan semua schedule kita berantakan. Mungkin kita juga akan di salip oleh pengemudi lain di jalan. Kita tidak dapat mengontrol factor 10% ini. TETAPI, yang 90% adalah hal yang lain. Kita dapat menghendaki bagaimana kita menjalani 90% itu.

Bagaimana caranya? Dari reaksi kita

Kita tidak dapat mencegah lampu lalu lintas berganti ke merah, tapi kita dapat mengontrol reaksi kita terhadap hal tersebut. Jangan tertipu! – Hanya KITA yang (pasti) dapat mengontrol reaksi kita sendiri.

Anda sedang menikmati sarapan pagi sekeluarga dan tanpa di sengaja anak Anda menumpahkan kopi ke pakaian kerja Anda. Anda tidak dapat mengontrol apa yang barusan terjadi, namun apa yang akan terjadi selanjutnya akan sepenuhnya bergantung kepada bagaimana reaksi Anda terhadap kejadian ini.

Anda mengutuki diri sendiri (menggerutu)…

Anda memarahi anak Anda karena telah menumpahkan kopi tersebut. Anak Anda kemudian menangis karena di marahi. Setelah memarahi anak Anda, Anda kemudian mengkritik istri Anda karena meletakkan cangkir kopi Anda terlalu di pinggir meja. Kemudian Anda dan istri Anda pun bertengkar sejenak. Anda lalu lari ke kamar untuk mengganti pakaian Anda. Di meja makan, anak Anda yang sejak dari tadi menangis tidak dapat menhabiskan sarapan paginya dan mengganti pakaiannya untuk sekolah. Dia pun ditinggal bis sekolahnya dan istri Anda harus segera berangkat ke kantornya. Anda langsung menuju ke mobil Anda dan mengantar anak Anda ke sekolahnya. Karena sudah agak terlambat, Anda pun mengendarai mobil dengan sedikit mengebut. Anda sampai di sekolah anak Anda setelah terlambat 15 menit dan mendapatkan surat tilang karena mengebut. Anak Anda pun langsung lari masuk ke sekolah tanpa pamit kepada Anda terlebih dahulu. Setelah dari sekolah, Anda langsung ngebut ke kantor karena sudah terlambat 20 menit. Sesampai di kantor, Anda baru sadar bahwa Anda lupa membawa tas kerja Anda. Karena Anda sudah memulai hari Anda dengan tidak bagus, hal ini akan terus berlanjut hingga jam pulang nanti. Anda pun mulai tidak sabar untuk menanti sampai pukul 5 nanti, dimana Anda ingin segera pulang. Sesampai di rumah, Anda mendapati bahwa situasi di rumah pun tidak begitu ramah. Ada sedikit jarak antara Anda dan istri dan anak Anda.

Mengapa demikian? Semua ini karena reaksi Anda di pagi hari tadi

Apa penyebab hari buruk Anda?

A. Apakah karena kopi yang tumpah?

B. Apakah karena anak Anda?

C. Apakah karena Anda di tilang polisi?

D. Apakah Anda penyebabnya?

.

..

…

….

Jawaban yang benar adalah: D.

Apa yang terjadi dengan kopi Anda memang di luar dari kendali Anda, namun reaksi Anda terhadap kejadian tersebut lah yang menyebabkan Anda memiliki hari yang buruk.

Berikut adalah apa yang dapat dan seharusnya terjadi atas kejadian tersebut:

Anda tertumpah kopi dan anak Anda sudah mulai menangis. Anda seharusnya menenangkannya sambil berkata, “Ga pa pa kok say, kamu hanya perlu lebih hati-hati aja lain kali.” Lalu sambil membersihkan baju Anda dengan handuk kecil, Anda bergegas ke kamar Anda untuk menukar pakaian. Setelah selesai berpakaian, Anda mengambil tas kerja Anda dan kembali ke meja makan sambil melihat anak Anda yang melambai ke arah Anda sedang menaiki bis sekolahnya. Anda pun dapat sampai di kantor 5 menit lebih awal dan berbincang-bincang sebentar dengan rekan-rekan kerja Anda. Bahkan bos Anda juga memberi komentar yang positif terhadap perilaku Anda yang sedang senang hati hari itu.

Dapatkah di lihat perbedaan antara 2 skenario di atas? Mereka mempunyai awal yang sama, namun akhir yang berbeda..

Mengapa?
Semuanya tergantung bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut.

Anda memang (pasti) tidak dapat mengontrol apa yang akan terjadi pada Anda (factor 10%), tetapi reaksi dan sikap Anda (pasti) dapat mempengaruhi factor yang 90%.

Berikut adalah beberapa saran untuk mengaplikasikan prinsip 90/10 dalam kehidupan kita sehari-hari:

Apabila ada beredar komentar negatif mengenai Anda, janganlah di serap begitu saja. Anda seharusnya dapat bersikap cuek. Jangan biarkan komentar negative tersebut mempengaruhi hidup Anda..!!! Bersikaplah sewajarnya dan hari-hari Anda akan lebih membaik. Reaksi yang salah mungkin akan mengakibatkan Anda kehilangan seorang teman baik, di pecat dari pekerjaan atau mengidap stress yang berkepanjangan.

Bagaimana seharusnya sikap Anda terhadap pengemudi yang tiba-tiba menyalip di depan Anda? Apakah Anda akan marah? Membanting kemudi mobil Anda? Menghujat? Apakah tekanan darah Anda semakin tinggi? Apakah Anda akan mencoba untuk menabrak mobil tersebut? Siapakah yang akan peduli apabila Anda datang ke kantor lebih telat 10 detik? Jangan sampai karena kejadian tersebut, mood Anda berubah jadi tidak bagus.

Ingatlah akan prinsip 90/10 ini, dan janganlah Anda terlalu khawatir.

Anda menerima kabar bahwa Anda akan di pecat dari pekerjaan Anda. Janganlah Anda menjadi stress, tidak bisa tidur dan jadi bad-mood. Semuanya ini dapat Anda lewati. Anda seharusnya dapat memakai waktu dan peluang ini untuk mencari pekerjaan yang baru

Pesawat yang akan Anda tumpangi ternyata delay dan Anda tahu bahwa hal ini akan merusak semua rencana Anda untuk hari itu. Janganlah Anda memarahi awak pesawat tersebut? Ini juga sebenarnya di luar dari kendali awak pesawat tersebut. Dia juga sebenarnya tidak mengetahui mengapa hal tersebut terjadi. Seharusnya, Anda dapat menggunakan waktu luang tersebut untuk belajar atau mencoba untuk lebih mengenal penumpang yang lain. Janganlah Anda menjadi stress karena hal ini hanya akan membuat segala sesuatunya menjadi lebih buruk.

Nah.. sekarang Anda sudah mengetahui dan mempelajari prinsip 90/10. Cobalah untuk menerapkan prinsip tersebut pada kehidupan sehari-hari Anda dan percayalah, bahwa hidup Anda akan jauh menjadi lebih baik lagi.

Prinsip 90/10 adalah sesuatu yang menakjubkan, dan belum banyak daripada kita yang mengetahui dan mengaplikasikannya di kehidupan kita. Oleh karena itu banyak daripada kita yang mengalami stress yang berlebihan, masalah dan sakit hati.

Bukankah kita semua harus dapat mengerti dan mengaplikasikan prinsip 90/10 ini?

Kisah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini
bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin
sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu
memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya
waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf
aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata
pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat
anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon
apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata
pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup
tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah
kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf
anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah
apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon
apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku
benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah
sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar
pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari,
marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

NOTE :
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.

Bertahan

Bertahan

Di sebuah daerah terpencil di pinggiran kota, ada seorang guru muda yang sudah cukup lama mengabdi sebagai pengajar di sebuah Sekolah Dasar Terpadu. Gajinya tidaklah terlalu besar, masih di bawah standar UMR daerah tersebut. Sebagai seorang wali kelas, tugasnya tampak lebih berat dan full setiap harinya. Bahkan tugas -tugas administrasi kelas pun membuatnya selalu lembur. Pada awalnya, dia menikmati semua itu. Besar kecil nya gaji tak membuatnya pasrah, ia tetap bersemangat dengan memendam harapan akan adanya kehidupan yang lebih baik baginya kelak.

Namun, sebagai mana manusia pada umumnya, keletihan dan ketidak puasan pasti datang seiring berjalannya waktu. Perbaikan standar gaji tak juga diterimanya. Sedangkan dia harus membiaya hidupnya sendiri yang semakin hari semakin membengkak. Gaji tak bisa lagi menutupi kebutuhan hidup, sedangkan dia sama sekali tidak menyukai sesuatu yang gratis atau hanya bergantung pada pemberian orang.

Maka dia pun menambah aktivitas yang bisa menghasilkan pemasukan tambahan. Dia berjualan baju di pasar setiap hari libur, dan mengajar anak TK sesudah mengajar di SD, sampai malam. Begitulah setiap harinya. Tak ada waktu untuk berleha -leha. Agar bisa tetap bertahan.

Sampai akhirnya sampai ia pada batas kelelahannya. Ia sering mengeluh pada teman dekatnya. Ia ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik; tentunya secara finansial maupun iklim kerja. Lalu ia pun mulai bergerilya lagi, melamar pekerjaan ke tempat lain. Ia bertekad untuk pindah dari sekolah itu, meskipun berat rasanya meninggalkan anak -anak yang diajarnya.

Kemudian, pada suatu hari, saat ia masuk kelas tiba -tiba suasanan begitu sunyi. Anak -anak yang biasanya ramai menyambutnya tidak tampak satupun. Dan, itulah, tiba -tiba beberapa orang anak memeluknya dari belakang sambil berkata; “Ibu, selamat ulang tahun!” mereka mencium telapak tangannya. Diikuti seluruh anak yang diajarnya. Mereka memasang sebuah karton besar di kelas yang ditulisi ucapan selamat ultah oleh seluruh anak.

Guru itupun tak kuasa menahan air matanya. Dia menangis sambil jongkok di depan kelas. Anak -anak itu satu persatu menyerahkan bingkisan hadian ulang tahun dan selembar surat.

Di rumahnya, guru itu membuka surat -surat cinta itu dan membacanya sambil menangis. Terutama saat membaca, “Ibu, tak ada yang bisa kuberikan selain ucapan ini. Selamat ulang tahun ibu guru. Terima kasih karena telah begitu baik mengajari kami selama ini. Terima kasih atas segala yang telah ibu berikan. Kami mencintai ibu”

Keesokan harinya, guru itu berkata pada temannya, bahwa dia tidak jadi pindah kerja. saat ditanya alasannya, guru itu menjawab, “aku punya anak -anak. aku belum bisa meninggalkan mereka. belum saat ini”

NOTE :

Di saat kenyataan hidup begitu sulit sehingga kita merasa tak bisa memikulnya lagi, apa yang bisa membuat anda bangkit kembali untuk mencoba bertahan? Lalu terus berjuang? Apa yang bisa membuat kita tetap bertahan di jalan ini?

Satu hal yang pasti, keyakinan yang kuat, bahwa sesulit apapun hidup ini, kita pasti bisa melewatinya. Karena kita tak pernah sendirian. Alloh bersama kita, Dia akan memberi kekuatan melalui doa kita. Itulah yang membuat kita bisa tetap bertahan.

Lalu, kehadiran orang –orang yang mencintai kita. Terkadang hal -hal yang dianggap sepele, bisa membuat kita bertahan. Bertahan, dan terus bertahan. Perhatian, doa, dan cinta dari orang -orang terdekat, adalah salah satu sumber kekuatan kita. Kita merasa berarti, merasa dicintai, dibutuhkan, sehingga kita mengerahkan segenap energi kita untuk melanjutkan hidup. Melanjutkan perjuangan, yang tak akan pernah ada ujungnya sampai kita mati.

Sebab kuat itu bukan pada saat kita bisa mendapatkan, namun saat kita bisa memberi. Kuat bukan saat kita bisa memenangkan segala kompetisi dalam hidup, tapi saat kita jatuh lalu bangkit kembali untuk bertahan dan melanjutkan perjuangan.

Bila Cinta Berbicara

Bila Cinta Berbicara

Suatu ketika, seorang wanita kelihatan amat sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, dia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama- lamanya.

Atas nasihat orang di desa, ia menemui seorang tua bijak di pinggir hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan masalahnya. Kerana merasa amat cinta kepada anaknya yang telah mati itu, ia amat berharap agar dapat bertemu dengan orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang jauh dengan cepatnya.

Sesampainya disana, dia bertanya, “Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?”

Sang Guru tidak berusaha untuk berbalah atau menghalau wanita itu kerana permintaannya yang tidak masuk akal.

Dia cuma berkata, “Carilah bunga merah dari rumah yang tidak mengenal “kesedihan”. Setelah kamu bertemu bunga itu, kita akan bersama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan kembali puteramu.”

Selesai mendengar itu, wanita tersebut segera berangkat mencari kemahuan sang guru.

Dalam perjalanan, dia nampak bingung. Tak ada satu petunjuk pun tentang di mana dan bagaimana bentuk rumah itu. Hinggalah, dia tiba di depan rumah mewah.

“Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,”ucap wanita itu dalam hati.

Setelah mengetuk pintu, dia berkata, “saya mencari rumah yang tidak pernah mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?”

Wajah sang wanita masih memperlihatkan raut bersedih. Dari dalam rumah, terlihat wajah yang tak kalah sedih.

Pemilik rumah itu menjawab, “Kamu datang ke rumah yang salah.”

Pemilik rumah itu bercerita tentang tragedi yang dialami keluarganya . Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga suami dan kedua orangtuanya kerana kemalangan. Si wanita berasa amat kecewa.

Namun, dia menjadi terharu dengan cerita tuan rumah. Ia berfikir, “Siapa yang boleh membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?”

Dia memutuskan untuk tinggal di sana dan menghiburkan pemilik rumah itu. Beberapa hari lamanya, dia bersama wanita pemilik rumah itu, saling bantu-membantu untuk menjalani hidup.

Beberapa minggu berlalu, wanita itu pun berasa si tuan rumah sudah kelihatan lebih baik. Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, ke mana pun dia pergi, selalu bertemu kesedihan orang lain. Akhirnya, dia berasa bertanggungjawab untuk menghiburkan semua orang yang dikunjunginya. Hingga akhirnya, dia pun melupakan misinya.
Note :
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam dukungan. Kedua belah tangannya sibuk membetulkan selimut si bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.

Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sekarung padi dan sejag air setelah seharian berpenat-lelah di sawah. Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.

Kerana cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh romantis. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari, dari sepasang merpati, dari sujud dan tengadah doa. Dari apapun!

Pada semua kelahiran yang bersambut dengan cinta, hingga kematian dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta.

Kerana itu, tiada yang boleh kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah SWT.

Apapun keputusan-NYA buat kita, Allah yang berbicara, yang menentukan untung-nasib kita, kerana setiap sesuatu yang menyedihkan itu ada hikmah-Nya.

Perjalanan Hidup

Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan.

Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.

Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang dia ada.

Apa rahsia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.

Jean-Francois Champollion dicatat dalam sejarah dunia sebagai orang pertama yang berhasil membaca huruf Mesir kuno yang telah dilupakan ribuan tahun. Ternyata kemampuannya ini didukung oleh pengetahuan bahasa yang telah dikembangkannya sejak kecil ketika berusia 11 tahun, Champollion telah menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dua tahun kemudian ia juga mempelajari bahasa Arab, Syria, Chaldea, dan Koptik.

Di tahun 1822, pada usia 32 tahun, Champollion selesai menterjemahkan batu Rosetta yang menjadi kunci pembacaan naskah Hieroglif Mesir kuno.

Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Allah SWT berikan buat manusia di dunia ini.

Note :

Rahasia terbesar dalam hidup: Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.