Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Rhesus Negatif VS Rhesus Positif

Setiap orang memiliki jenis darah sendiri-sendiri yang lebih dikenal dengan golongan darah. Ada empat golongan darah yaitu A, B, atau O. Keempat golongan darah itu memiliki turunan jenis darah yang disebut rhesus atau Rh yang terdiri dari Rh positif dan Rh negatif. Status Rh ini menggambarkan adanya partikel protein di dalam sel darah seseorang.

Bagi yang ber-Rh negatif berarti ia kekurangan faktor protein dalam sel darah merahnya. Sedangkan yang ber-Rh positif memiliki protein yang cukup. Jenis darah diturunkan oleh kedua orangtua kepada anaknya. Calon ibu yang ber-Rh positif, atau bersama-sama ayah ber-Rh negatif, bayi yang dikandung ibu pun memiliki Rh yang sama. Masalah akan muncul bila calon ibu misalnya memiliki Rh negatif, sedangkan Rh ayah positif. Ketidaksamaan ini bisa menjadi cikal bakal ketidakcocokan Rh yang sangat berbahaya bagi bayi. Kemungkinan besar bayi akan terkena penyakit Rh atau Hemolitik.

Bila ibu mempunyai Rh negatif dan ayah positif, kehamilan dan janin dalam kandungan bisa dihadang masalah. Kehadiran janin sendiri di tubuh ibu merupakan benda asing, apalagi jika Rh janin tak sama dengan Rh ibu. Secara alamiah tubuh bereaksi dengan merangsang sel darah merah (eristrosit) membentuk daya tahan atau antibodi berupa zat anti Rh untuk melindungi tubuh ibu sekaligus melawan ‘benda asing’ tersebut. Inilah yang menimbulkan ancaman pada janin yang dikandung.

Zat anti-Rh yang beredar dalam darah ibu akan melintasi plasenta dan menyerang sel darah merah janin yang disebut red cellalloimunization (RCA). Setelah masuk ke dalam peredaran darah janin, zat tersebut akan ‘membungkus’ sel-sel darah merah janin. Sel-sel yang terbungkus (coated cells) akan pecah (hemolisis) di dalam organ limpa janin. Salah satu hasil hemolisis ini adalah pigmen kuning yang disebut bilirubin. Pigmen ini bersifat racun bila tertimbun di dalam tubuh, dan akan membuatbayi berwarna kuning saat dilahirkan.

Selain itu, banyaknya sel darah merah bayi yang rusak dapat membuat bayi mengalami anemia. Semakin banyak zat anti-Rh masuk ke dalam tubuh janin, semakin parahlah kondisi janin. Proses RCA ini, lanjut Judi, juga dapat mengakibatkan keguguran dan hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik). Karena itu, “Mintalah dokter kandungan untuk melakukan tes Rh selama kehamilan. Agar ibu cepat mengetahui apakah darahnya mengandung Rh negatif atau tidak.”

Tes Rh juga dapat dilakukan untuk melihat apakah ibu telah memiliki zat anti-Rh sebelumnya. Bila memang ada zat anti-Rh dalam tubuh ibu hamil, sebaiknya dilakukan pemeriksaan jenis darah janin melalui pengambilan cairan ketuban (amniosentesis). Dapat juga melalui pengambilan cairan dari tulang belakang Chorionic Villi Sampling (CVS), dan pengambilan contoh darah dari tali pusat janin (kordosentesis).

Waspada di Kehamilan Selanjutnya
Sebenarnya, perbedaan Rh ibu dan janin, tak terlalu berbahaya pada kehamilan pertama. Sebab, kemungkinan terbentuknya zat anti-Rh pada kehamilan pertama sangat kecil. Kalaupun sampai terbentuk, jumlahnya tidak banyak. Sehingga, bayi pertama dapat lahir sehat.

Pembentukan zat anti Rh baru benar-benar dimulai pada saat proses persalinan (atau keguguran) pada kehamilan pertama. Saat plasenta lepas, pembuluh-pembuluh darah yang menghubungkan dinding rahim dengan plasenta juga putus. Akibatnya, sel-sel darah merah bayi dapat masuk ke dalam peredaran darah ibu dalam jumlah yang lebih besar. Peristiwa ini disebut //transfusi feto-maternal//. Selanjutnya, 48-72 jam setelah persalinan atau keguguran, tubuh ibu dirangsang lagi untuk memproduksi zat anti-Rh lebih banyak lagi. Demikian seterusnya.

Saat ibu mengandung lagi bayi kedua dan selanjutnya, barulah zat anti-Rh di tubuh ibu akan menembus plasenta dan menyerang sel darah merah janin. Sementara itu buat ibu perbedaan rhesus ibu dan janin sama sekali tidak mengganggu dan mempengaruhi kesehatan ibu.

Ilmuwan Inggris Temukan Jel untuk Cegah Penularan AIDS

Perang terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), terus mengalami kemajuan. Sejumlah ilmuwan yang dipimpin Profesor Robin Offord dan Olivier Hartley dari Universitas Jenewa, Swiss, baru-baru ini, berhasil mengembangkan sejenis molekul yang diyakini dapat melindungi manusia dari virus HIV/AIDS.

Sebuah protein yang disempurnakan dari protein sistem kekebalan tubuh manusia itu terbukti dapat melindungi monyet betina dari virus HIV. Rencananya, formula itu dikembangkan dalam bentuk jel yang dapat digunakan manusia untuk mencegah penularan HIV secara seksual. Dalam uji laboratorium, senyawa itu mampu melindungi sel dari serangan virus HIV selama satu hari penuh.

Artinya, secara teori, orang yang menggunakan jel kimia itu terlindungi dari serangan HIV/AIDS setidaknya 24 jam sebelum berhubungan seks. Maksimal pada tahun depan, efek samping jel tersebut terhadap manusia sudah dapat diketahui. Kemudian, obat pencegah itu diuji tingkat kemanjurannya dalam menghalangi infeksi HIV/AIDS pada kelompok yang berisiko tinggi.

Selanjutnya, Offord dan rekan-rekannya akan mengembangkan cara yang lebih murah dan mudah untuk membuat molekul tersebut. Seperti diketahui, HIV dapat memproduksi sel sendiri dalam aliran darah manusia, yaitu pada sel-sel darah putih (leukosit). Sel-sel darah putih yang biasanya melawan bila diserang virus, tidak akan melawan HIV.

Hal ini bisa terjadi karena HIV merupakan sejenis retrovirus atau virus yang dapat berkembang biak dalam darah manusia. Belakangan, virus tersebut menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih, termasuk limfosit, yang disebut "T-4" atau T-penolong (helper) yang juga dikenal dengan sel CD-4. Untuk dapat menginfeksi CD-4, HIV membutuhkan reseptor--satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh--yang disebut CCR5.

Menurut penelitian Offord dan timnya, orang yang mempunyai banyak sel CD-4 dengan sedikit CCR5 hampir dipastikan aman dari infeksi HIV. Sel itu berperan sebagai kurir sistem kekebalan kimia yang disebut regulated on activation normal T expressed and secreted (RANTES). Nah, RANTES inilah yang sedang dikembangkan oleh tim pimpinan Offord untuk mencegah infeksi HIV.

Vitamin C dan Wanita Hamil Perokok

Mengkonsumsi vitamin C selama masa kehamilan akan sangat membantu para ibu yang memiliki kebiasaan merokok saat mengandung. Temuan tim dari 'the Oregon Healt & Science University' juga menyarankan agar para ibu perokok sebaiknya menghentikan kebiasaannya itu saat hamil.

Hasil penelitian tim pimpinan Dr Elliot Spindel ini membuktikan bahwa Vitamin C mampu menghadang efek negatif akibat aktifitas merokok yang dilakukan oleh sang ibu hamil. Dalam dosis yang tinggi, vitamin C mampu melindungi kerusakan yang ditimbulkan oleh `nicotine` yang dihasilkan dari rokok.

Hasil penelitian tim pimpinan Dr Elliot ini dipublikasikan melalui `the American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine`. Selama percobaannya kepada binatang Dr Eliot Spindel melihat hubungan nicotin dengan aliran udara pada paru-paru.

Sementara kepada kera, tim peneliti memberikan vitamin C kepada ibu kera hamil dan bayi kera itu memiliki aliran udara paru-paru yang normal. Sukses di penelitian pada binatang membuat tim ahli merasa yakin bahwa penemuan mereka bisa mencapai sukses serupa jika diaplikasikan kepada manusia.

Meski demikian Dr Michael Gravet yang menjadi asisten penelitian ini tetap memberiakn saran sebaiknya seorang ibu hamil harus berhenti merokok demi keselamatan sang bayi.

Bayi Prematur Terancam Kesulitan Belajar

Hampir dari setengah bayi yang dilahirkan secara prematur akan menghadapi masalah seperti ketidakmampuan dan kesulitan belajar dikemudian hari. 'The Epicure' melakukan studi atas 1.200 bayi yang dilahirkan sebelum 26 pekan dari 38 pekan yang seharusnya dilalui oleh seorang ibu dalam masa kehamilan.

Masih mereka, setelah setengah dari bayi prematur ini terancam terkena kesulitan belajar maka sepertinya diperkirakan memerlukan kacamata. Saat sang bayi prematur ini tumbuh dewasa, maka pada usia 6 tahun resiko ini akan mengalami kenaikan dua kali lipat.

Studi The Epicure didasari atas monitoring bayi yang dilahirkan di Inggris dan Irlandia pada tahun 1995 khususnya bayi yang dilahirkan sebelum kehamilan memasuki pekan ke-26. The Epicure menyatakan bahwa publikasi yang mereka berikan dengan tujuan agar para orangtua bisa mengerti masalah yang akan dihadapi oleh anak mereka yang dilahirkan secara prematur.

Untuk bayi laki-laki resiko terkena sejumlah masalah itu akan 2.4 kali lebih tinggi ketimbang bayi perempuan. Namun tim periset tidak menjelaskan apa yang menjadi penyebab ketidakmampuan dari resiko yang diterima oleh sang bayi prematur itu. Pemimpin riset, Neil Marlow, profesor University of Nottingham berharap para dokter dan orangtua bisa bersiap saat terjadinya bayi prematur.

Bunuh Diri Ditentukan Sejak Bayi

Percaya atau tidak, tindakan seseorang untuk melakukan bunuh diri ternyata sudah ditentukan saat sang jabang bayi kali pertama dilahirkan. Hal ini terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari Swedia pimpinan Dr Danuta Wasserman yang melakukan penelitian atas 700.000 remaja.

Dari hasil penelitian Dr Danuta Wasserman itu diketahui bahwa berat badan bayi saat dilahirkan menjadi penentu resiko bunuh diri dikemudian hari. Bayi yang lahir dibawah rata-rata memiliki resiko dua kali lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri dibandingkan dengan bayi yang lahir secara normal. Resiko itu akan semakin tinggi jika ibu yang melahirkan masih berusia remaja.

Hasil penelitian Dr Danuta Wasserman yang merupakan peneliti dari `the National Centre for Suicide Research and Prevention` (Stockholm) itu dipublikasikan melalui The Lancet medical journal. Menuru Dr Danuta Wasserman, faktor genetika memerankan posisi penting dalam kasus bunuh diri ini.

Riset dilakukan dengan mengikuti semua data dari bayi yang dilahirkan antara tahun 1973 dan 1980 dengan melihat kecendrungan tindakan bunuh diri yang terjadi pada usia 10 tahun hingga 26 tahun. Secara keseluruhan tingkat tindakan bunuh diri yang terjadi di Swedia pada tahun 1999 berkisar 20 orang untuk setiap 100.00 populasi. Menurut penelitian, bayi yang dilahirkan memiliki berat badan kurang 2 kg akan terkena resiko dua kali lebih tinggi mengalami bunuh diri dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan normal 3.25 kg - 3.75 kg.

Sementara anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang kurang dari usia 19 tahun juga akan mengalami resiko terkena ancaman bunuh diri bila dibandingkan dengan ibu yang berusia 20 hingga 29 tahun. Malah panjang bayi waktu dilahirkan juga turut diteliti oleh Dr Danuta Wasserman. Menurutnya, bayi yang dilahirkan kurang dari 47 cm akan memiliki kecendrungan melakukan bunuh diri bila dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan dengan panjang 50 atau 51 cm.

"Studi yang kami lakukan memang tidak memberikan jawaban yang definitif mengenai resiko terjadinya bunuh diri," ungkapnya. "Namun setidaknya kami menemukan hubungan penting antara pra kelahiran sebagai faktor penentu. Saya fikir faktor genetika dan lingkungan menjadi faktor yang sangat penting."

Dr Danuta Wasserman menyarankan agar sang ibu selama kehamilan menjaga nutrisi dengan baik termasuk tidak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan.

Hindari Berpakaian Ketat Saat Tidur

Pakaian tidur atau piyama hampir selalu berpotongan longgar. Hal itu memang sengaja untuk kenyamanan tidur kita. Tetapi ada alasan yang lebih ilmiah dikemukakan Dr. Maruyama dari Sapparo, Jepang. Bahkan menurutnya selagi tidur sebaiknya tidak menggunakan pakaian dalam yang biasanya ketat di badan.

Katanya, pakaian yang menekan perut atau dada, bisa menekan saraf sehingga akan memengaruhi fungsi organ yang bersangkutan. Berdasarkan eksperimen, hal itu dapat menimbulkan berbagai kelainan, seperti diare, sembelit, pusing dan gatal. Dr. Bunkichi dari Tokyo, Jepang, juga mendukung pendapat Dr. Maruyama.

Katanya, wanita yang memakai celana dalam/BH selagi tidur, apalagi secara ketat, dapat mengalami alergi saluran pernapasan, serta mengganggu kegiatan seharian. Penderita penyakit itu kian meningkat. Misalnya, jumlah penderita alergi saluran pernapasan tahun 1991 lebih banyak dari 1990. Peningkatan ini akibat pakaian dalam yang semakin ketat.

Para konsumen semakin banyak yang meminta pakaian dalam ketat terdorong oleh keinginan mereka untuk menampakkan melangsingkan tubuh. Sebagaimana diketahui, wanita yang ingin kurus lebih banyak daripada yang ingin gemuk. Ini otomatis memancing produsen untuk lebih banyak memproduksi pakaian dalam yang ketat.

Memang menurut ahli kosmetik, besarnya payudara/panggul, misalnya, dapat ditekan hingga 25% dengan pakaian dalam yang ketat. Padahal itu hanya bersifat semu. Jadi sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kelangsingan tubuh. Malah jika tidak dinetralisir, dapat merusak garis-garis pada kulit.

Semua itu hanya propaganda produsen yang berorientasi keuntungan besar dengan memanfaatkan konsumen yang ingin berpenampilan sesuai dengan mode yang sedang ngetrend. Sebenarnya banyak ahli kedokteran yang menyarankan, agar wanita seharian tidak memakai pakaian dalam. Tapi karena tidak mungkin, apalagi menurut sebagian ahli kosmetik hal ini dapat meloyokan payudara/panggul.

Terlepas dari eksperimen itu, oleh sebagian ahli dokteran, konsep itu memang rasional. Logikanya ketika Anda menolong teman yang baru saja tenggelam, tentu pertolongan awal yang diberikan ialah membuka segala yang menjerat tubuh, termasuk pakaian dalam. Ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan terhadap sistem pernapasan.

Sebenarnya dengan melepaskan pakaian dalam menjelang tidur, kita akan memperoleh keuntungan, yaitu :

1. Sirkulasi darah, termasuk di sekitar pakaian dalam, akan lebih baik, lebih lancar dan lebih sempurna.

2. Elastisitas tubuh akan lebih lentur, hingga dapat membuat tidur lebih tenang atau lebih nyenyak.

3. Kehangatan tubuh lebih alami. Kini timbul kesan, dengan pakaian dalam,kehangatan tubuh akan meningkat. Ini salah. Justru tanpa pakaian dalam, tubuh akan lebih mudah dihangatkan.

4. Kehalusan kulit akan lebih baik, meskipun dalam kapasitas sangat kecil (baru dapat dirasakan beberapa bulan kemudian). Ini karena kulit memperoleh oksigen yang lebih banyak/lebih lancar. Bagi mereka yang kurang pandai/terampil menjaga kesehatan, melepaskan pakaian dalam menjelang tidur, lebih ditekankan.

Soalnya untuk daerah tropis, seperti di Indonesia, pakaian dalam dapat dengan mudah merangsang keringat membasahi tubuh. Sedangkan jika tidak diseka menjelang tidur akan memberi kesempatan pada mikroorganisme untuk beraksi pada kulit, yang berarti dapat menimbulkan kelainan pada kulit, seperti kudis.

Jangan Remehkan Insomnia..!!!

Anda sering mengalami gangguan susah tidur? Saat semua orang menikmati istirahat panjang di malam hari, anda justru tetap terjaga? Kalau anda menjawan YA, maka mulailah menganggap bahwa ini adalah hal serius. Jangan sekali-kali meremehkannya, karena gangguan tidur berpotensi menyebabkan kematian.

Menurut Dr Olga Parra yang melakukan penelitian bersama tim peneliti dari University Hospital Barcelona, Spanyol, kesulitan tidur atau 'sleep apnea' bisa berdampak pada naiknya resiko stroke yang mengakibatkan kematian. Kesulitan selama tidur kemungkinan disebabkan oleh adanya gangguan secara berkala saat mengambil nafas.

Ini bisa menjadi resiko baru sebuah kematian yang disebabkan oleh stroke. Kesulitan untuk tidur atau 'sleep apnea' diperkirakan dialami hampir 20% orang dan setidaknya gangguan pernafasan itu mengalami masa interval 10 detik atau lebih yang bisa dialami selama 300 kali dalam semalam.

Dalam penelitiannya, Dr Olga Parra melibatkan 161 pasien penderita stroke untuk melihat hubungan antara resiko stroke dengan 'sleep apnea'. "Penelitian kami merupakan kali pertama yang menyebut adanya hubungan antara 'sleep apnea' dan stroke yang bisa menimbulkan kematian," ujarnya. Hubungan itu sangat jelas dimana 'sleep apnea' merupakan gangguan pernafasan selama tidur karena terhambatnya aliran udara.

Dr Olga Parra mulai melakukan monitoring atas penderita stroke setelah pihak rumah sakit mendapati kenyataan adanya pasien yang mengalami stroke setelah mengalami gangguan selama tidur. Selama hampir 30 bulan melakukan penelitian, Dr Olga Parra menghadapi kenyataan bahwa 22 dari 161 pasien meninggal dunia.

Setengah dari 22 pasien itu mengalami serangan stroke tahap kedua. Pasien yang paling tinggi dari 161 pasien itu adalah penderita 'sleep apnea' dan menduduki resiko paling tinggi mengalami stroke. Demikian kesimpulan tim pimpinan Dr Olga Parra yang dipublikasikan oleh the European Respiratory Journal.

Stroke merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan terjadi jika aliran darah ke otak mengalami hambatan. Karena mengalami hambatan maka aliran oksigen tidak bisa mengalir ke otak. Menurut WHO di tahun 2002 silam diperkirakan 5.5 juta orang meninggal diseluruh dunia karena stroke.

Mengomentari hasil penelitian Dr Olga Parra itu, Ludger Grote dari Sahlgrenska Hospital, Swedia, mengatakan penelitian itu membuat orang makin memahami peran 'sleep apnea' pada pasien penderita stroke. "Studi Dr Olga Parra memperjelas potensi sleep apnea pada penderita stroke. Hal itu bisa menjadi sebuah pertimbangan untuk melihat implikasi untuk melakukan manajemen stroke."

Kini Dr Olga Parra akan menyebarluaskan hasil studi mereka ke pusat rehabilitasi 'sleep apnea' diseluruh Spanyol untuk mengurangi angka kematian akibat stroke. Lima tahun kedepan Dr Olga Parra berharap bisa dimunculkan hasil studi yang baru.

Idap Flu Saat Hamil Berpotensi Rusak Otak Bayi

Sebuah nasehat disampaikan oleh Ezra Susser dari New York State Psychiatric Institute (AS) kepada para ibu yang sedang hamil untuk tidak mengabaikan atau menganggap sepele dengan flu. Pasalnya Ezra melihat jika flu menyerang saat hamil akan membuat anak mengalami schizophrenia di kemudian hari.

Flu disaat-saat masa hamil diperkirakan mampu merusak otak sang orok dan menaikan resiko terkena penyakit schizophrenia.

Dalam sebuah penelitian kecil yang melibatkan 64 keluarga. Ezra Susser menemukan bahwa penurunan mental pada anak-anak kemungkinan disebabkan oleh penyakit flu yang diderita oleh sang ibu saat kandungannya berjalan pada tiga bulan pertama masa kehamilan.

Jika flu itu menyerang di tiga bulan pertama dan pertengahan tiga bulan kedua maka tingkat resikonya hanya berada di angka 3. Sementara dampak dari penyakit flu tidak akan menyebabkan resiko apapun setelah kehamilan memasuki pertengahan. "Penemuan kami menunjukan adanya hubungan yang kuat antara jabang bayi dengan dampak dari flu yang bisa menyebabkan terjadinya schizophrenia."

Pada penelitian sebelumnya disebutkan bahwa ada hubungan antara kehamilan dengan schizophrenia pada anak-anak saat ibu mengalami masa kandungan dalam dua atau tiga semester. Berbeda dengan studi sebelumnya yang melakukan pengukuran dari hasil sampel darah, Ezra melakukan penelitian dari sejak jabang bayi, nutrisi yang dimakan, dan sejumlah faktor lainnya.

64 keluarga yang diriset oleh Ezra sebagian juga mengalami schizophrenia, dimana seperempat dari sang ibu mengatakan mereka mengalami flu saat hamil. Schizophrenia merupakan sebuah gejala umum yang berhubungan dengan psychotic disorders yang mampu menghadirkan sebuah pengurangan atau pemikiran logika.

Tanda-tanda dari seseorang terkena penyakit ini bisa dilihat ketika mereka berusia remaja atau pada usia 20 tahunan. Ezra juga menyebutkan rusaknya otak pada jabang bayi terjadi ketika obat antibodi dari sang ibu masuk ke plasenta dan membuat jabang bayi beraksi atas system kekebalan.

Namun penelitian Ezra juga patut dipertanyatakan dalam satu hal dimana sang ibu juga mendapatkan vaksinansi secara rutin ketika hamil dan jika alur itu dipergunakan maka tentu akan membawa dampak pada sang jabang bayi. Hasil penelitian Ezra Susser dipublikasikan melalui the Archives of General Psychiatry.

Petai, Si Bau yang Berkhasiat Besar

Anda semua pasti mengenal bahwa Petai (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau kentut sangat tidak sedap. Tapi mungkin banyak diantara anda tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat.

Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi pete mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.

Makanya jangan heran jika pete adalah buah yang disukai oleh para atlet top. Penelitian juga membuktikan bahwa pete tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk. Ini membuat pete menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita.

Depresi

Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

PMS (premenstrual syndrome)

Jika mengalami PMS saat 'tamu' datang, anda tidak perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.

Anemia

Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

Tekanan darah tinggi

Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

Kemampuan otak

200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istiraha, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

Sembelit

Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.

Obat mabuk

Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan "penyakit" mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

Kekenyangan

Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.

Mual di pagi hari

Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

Gigitan nyamuk

Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.

Untuk saraf

Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.

Kegemukan

Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.

Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.

Luka lambung

Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

Mengatur suhu tubuh

Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah 'dingin' yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.

Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau)

Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan.

Merokok

Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin

Stress

Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.

Stroke

Menurut riset dalam "The New England Journal of Medicine," makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.

Caplak

Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika anda ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!

Setelah membaca semua fakta diatas maka anda harus percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Pete juga kaya kalium dan merupakan buah dengan nilai makanan terbaik. Jadi mungkin sekaranglah saatnya anda mengubah kata-kata yang sudah terkenal mengenai apel itu menjadi: "A Petai a day keeps the doctor away" (makan pete tiap hari akan menjauhkan anda dari dokter).

Wanita Hamil dan Balita Sebaiknya Hindari Mie Instan

Dewasa ini kian banyak orang yang mempercayakan urusan perutnya pada sebuah sajian yang bernama 'mie instan.' Tiap kali berbelanja ibu-ibu tak lupa menyisipkan mie instan dalam daftar kebutuhannya, anak-anak kos selalu menyimpan beberapa bungkus mie instan untuk mencegah kelaparan di malam hari, para pecinta olahraga gunung pun turut memasukkan mie instan sebagai logistik wajib.

Wajar jika mie instan disukai, karena selain praktis, cepat, lezat dan murah. Namun tahukah anda bahwa mie instan tak mempunyai kandungan gizi yang cukup dan bahkan zat additivenya (tambahan) tak baik untuk wanita yang tengah hamil dan juga balita.

Mie, dalam masyarakat Cina merupakan simbol panjang umur karena bentuknya yang panjang jenis dan bahan pembuatnya bermacam-macam. Ada mie instan, mie kering, mie basah, mie rebus, yang dibuat dari terigu (gandum). Ada juga bihun, yang dibuat dari tepung beras. Lalu soun, yang dibuat dari pati tepung kacang hijau.

Ada juga yang dibuat dari campuran tepung terigu dan beras, tepung tapioka, tepung kentang atau tepung soba. Tapi yang paling populer tentu mie instat, dengan berbagai merk dan citra rasanya, baik dalam kemasan plastik polietilen maupun polistiren (stirofoam), dalam bentuk cangkir atau mangkuk.

Mie instat sebenarnya bentuknya sangat panjang, namun saat pemprosesan ia dilipat, digoreng dan dikeringkan dalam oven panas. Penggorengan inilah yang membuat mie mengandung lemak. Bahan baku utama mi instant memang tepung terigu, namun, selama proses pembuatannya, dipakai juga minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazine (pewarna kuning).

Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain misalnya karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam proses pengolahan makanan, dengan tujuan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, misalnya garam, gula, cabe merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) serta bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi stirofoam dalam mie cangkir, yang dicurigai bisa menyebabkan kanker.

Meski risiko kesehatan akibat additive tak langsung kelihatan, namun menurut Arlene Eisenberg, dalam buku What to Eat When You're Expecting, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung additive. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan.

Selain itu juga kandungan utama dari mie adalah karbohidrat. Lalu ada protein tepung (gluten), dan lemak, baik yang dari mienya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori, namun miskin zat-zat gizi penting lain seperti vitamin, mineral dan serat.

Kalau mau bergizi lengkap, perlu ditambahkan sayuran seperti kol, sawi, tomat, brokoli, wortel, atau kecambah, tambahkan juga baso, udang , telor, sosis atau kornet. Bahan-bahan ini tinggal dimasukkan saat kita merebus mie..mudah bukan? Dan yang perlu diingat, sebaiknya hindari konsumsi mie instant setiap hari.

Wanita Pekerja Beresiko Kena Gangguan Jantung

Kaum pekerja wanita yang memiliki aktifitas tinggi termasuk tekanan ditempat kerja kemungkinan akan mengalami resiko terkena masalah yang berhubungan dengan jantung. Hal itu terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Elaine D. Eaker dari Eaker Epidemiology Enterprises Wisconsin (AS).

Menurutnya wanita pekerja keras yang mendapatkan tekanan tinggi yang dikombinasikan dengan kepribadian pada wanita itu sendiri akan menjadi sebuah jalan pintas bagi sang wanita untuk terkena resiko bermasalah atas jantung. Untuk bisa mendapatkan hasil yang pas, Dr Elaine melakukan penelitian atas 3000 wanita yang berusia 18-77 tahun selama 10 tahun.

Wanita yang memiliki pekerjaan dengan posisi yang tinggi atau memiliki otoritas yang menentukan akan memiliki resiko terkena penyakit jantung. Kondisi yang serupa ternyata tidak berlaku pada pria, demikian hasil penelitian Dr Elaine berusaha membandingkan jenis pekerjaan dengan penyakit jantung antara wanita dan pria.

Karena pria bergantung pada pekerjaann itu sendiri dan tidak memiliki hubungan dengan resiko terkena penyakit jantung. Selain tekanan pekerjaan, tekanan atas gaya hidup ternyata juga menjadi salah satu pemicu penyakit jantung pada wanita. Karena dibandingkan dengan pria, pekerjaan merupakan sebuah prestasi tersendiri.

Hasil studi ini membuktikan kesimpulan bahwa posisi yang tinggi pada pekerjaan akan semakin membuat resiko terkena penyakit jantung juga semakin naik. Dalam paparan yang dipublikasikan oleh The American Journal of Epidemology itu, ia berbependapat bahwa wanita mengalami mengalami resiko tiga kali lebih tinggi jika berada pada posisi pekerjaan yang menentukan.

Dr Elaine menuturkan bahwa tingginya penghasilan dan posisi jabatan pada pria akan membuat mereka mengalami resiko paling rendah terkena serangan jantung dan kematian. Malah Dr Elaine memberikan posisi pekerjaan sebagai pekerja laboratorium dan operator memiliki rating yang paling tinggi terkena penyakit jantung dan kematian.

Sementara pada pria dengan professional atau managerial memiliki resiko paling rendah. Mengenai penyebab posisi pekerjaan dan resiko terkena penyakit jantung pada wanit sejauh ini tidaklah jelas. Namun Dr Elaine berspekulasi bahwa faktor sosial mungkin merupakan salah satu dampak yang paling berpengaruh.

Karena studi yang dilakukan oleh Dr Elaine memang dilakukan pada tahun 1980 dimana sejumlah wanita di AS menduduki posisi jabatan yang menentukan. "Mereka mungkin akan merasa terkucil dari masyarakat," demikian menurutnya. Namun ia tidak bisa memperkirakan apakah dengan perubahan fungsi sosial itu mampu juga merubah hasil penelitian.

Apakah Berat Badan Mampu Pengaruhi Kesuburan?

Studi atas 1600 pria di Denmark menunjukan bahwa seorang pria yang memiliki tubuh terlalu kurus atau terlalu berat akan memiliki masalah dengan kesuburannya. Dr Tina Kold Jensen dari University of Southern Denmark menemukan bahwa berat badan menentukan reproduksi kualitas hormon sperma.

Menurut Dr Tina Kold Jensen pria yang memiliki tubuh kurus atau terlalu gemuk akan memliki kandungan sperma yang rendah sehingga tidak cukup untuk melakukan pembuahan. Untuk melakukan penelitian atas 1600 pria di Denmark itu, Dr Tina Jensen menggunakan `body mass index (BMI)` untuk menentukan berat badan dan dampak kualitas sperma.

Dalam sejumlah kasus, Dr Jensen mencatat bahwa pria yang terlalu gemuk atau terlalu kurus tidak cukup untuk memproduksi sperma yang baik bila dibandingkan dengan pria dengan berat badan normal. Sebagai contoh pria yang berada dibawah atau diatas BMI akan memiliki jumlah sperma 20 juta permilimeter dan itu merupakan sebuah kondisi tidak normal.

Hasil penelitian tim pimpinan Dr Jensen ini dipublikasikan melalui the journal Fertility & Sterility. Menurut Dr Jensen, sejauh ini belum diketahui bagaimana cara memelihari berat badan agar tetap normal sebagai upaya untuk mencari peluang menjadi seorang ayah. Masalah berat badan dengan kesuburanh sebenarnya juga dialami oleh para wanita.

Dimana wanita yang cenderung memiliki berat badan berlebihan atau obesitas akan mengalami resiko ketidaknormalan masa mentruasi yang berhubungan erat dengan pembuahan.

Hindari Kanker Payudara Sejak Dini

Tak ada seorang wanita yang mau menderita penyakit kanker payudara, termasuk anda dan juga saya. Namun minimnya pengetahuan tentang penyakit ini, membuat kita lengah. Akibatnya bisa gawat, maka dari itu sekali waktu kita perlu memeriksa payudara kita untuk menghindari penyakit mengerikan ini.

Dari pemeriksaan itu kita akan dapat mengantisipasi jika ada tanda-tanda aneh dengan payudara kita. Adapun ciri-ciri payudara yang tidak sehat adalah puting tidak simetris, puting tertarik ke dalam, kulit payudara kisut seperti kulit buah jeruk dan keluarnya cairan dari puting.

Untuk lebih mengenal kondisi payudara anda, sering-seringlah melakukan pemeriksaan. Hal ini tak perlu dilakukan oleh dokter ahli, anda bisa juga melakukannya di rumah. Langkah pemeriksaan payudara :

Amati

1. Berdiri didepan cermin dan perhatikan satu demi satu payudara anda. Periksa: ukuran, bentuk, warna, garis bentuk payudara simetris atau tidak serta warna puting.

2. Angkat lengan tinggi-tinggi melebihi kepala dan perhatikan payudara dari sisi yang satu ke sisi yang lain. Raba-rabalah dengan lembut.

3. Tekan tangan anda pada pangkal paha dan dorong pundak ke arah depan. Amati satu demi satu payudara anda.

Rasakan

1. Berdiri di depan cermin dan mulailah melakukan pemeriksaaan tepat di bawah tulang selangka.

2. Basahi ujung-ujung jari tangan kiri dengan body lotion. Tekan lembut payudara sebelah kanan dengan tangan kiri dan buat putaran kecil melingkari payudara dengan gerakan memutar ke seluruh area payudara termasuk puting.

3. Lanjutkan pemeriksaan ke jaringan-jaringan payudara di bawah ketiak.

4. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri, dengan menggunakan tangan kanan.

5. Berbaringlah dan angkat salah satu lengan anda melebihi batas kepala.

Periksalah sekali lagi payudara kiri dan kanan dengan merabanya. Buatlah catatan kecil hasil pemeriksaaan hari ini dan tandai kalender anda untuk pemeriksaan pada bulan mendatang. Jika dari pemeriksaan tersebut, anda meras ada hal yang aneh jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Jangan Tunda Kehamilan

Dr Henri Leridon dari The French National Institute of Health and Medical Research (INSERM) Paris memberikan nasehat bagi para wanita agar tidak menunda datangnya momongan sampai berusia 30 tahun. Karena pada usia itu sudah sangat terlambat bagi dokter untuk membantu wanita agar hamil.

Dr Henri beralasan bantuan untuk wanita agar hamil secara teknik sangat sulit jika dilakukan diatas usia 30 tahun karena secara teknologi sangat sulit seiring dengan hilangnya masa kesuburan para wanita itu sendiri. Berdasarkan kalkukasi yang dihitung secara komputer, ia menemukan bahwa jika seorang wanita menunda untuk hamil dan baru melakukannya pada usia 30 - 35 tahun maka bantuan teknologi reproduksi (ARTs) hanya mampu efektif setengah saja selama 5 tahun.

Dan bagi para wanita yang menunda kehamilan sampai kurun waktu usia 35-40 tahun maka ARTs hanya efektif membantu pembuahan sampai 30% saja. Hasil penelitian Dr Henri Leridon dipublikasikan oleh The journal Human Reproduction.

Metode yang dilakukan dan dihitung oleh komputer menunjukan bahwa sekitar 100 wanita yang memutuskan untuk menunda kehamilan sampai usia 35 tahun, 80 wanita diantaranya akan secara alami mengalami kehamilan, 4 mendapatkan terapi IVF dan sisanya tidak akan pernah bisa mengandung. "Sebuah pesan yang jelas bagi wanita diatas 35 tahun, jika anda ingin memiliki keturunan maka anda harus bersabar."

"Jika anda tidak sukses ditahun pertama mungkin ditahun berikutnya masih ada kesempatan. Diluar usia itu maka anda seharusnya bersabar," tegasnya. Dr Henri Leridon juga mengatakan penggunaan ARTs hanyalah sebagai bantuan karena ARTs bisa merangsang wanita berusia 40 tahun layaknya memiliki kesuburan gadis berusia 20 tahun.

"Jangan terlalu lama untuk menunggu sebelum anda melakukan konsultasi kesuburan. Karena teknik-teknik bantuan untuk kesuburan akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia seorang wanita," tuturnya. Menurut Professor Bill Leger dari The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists mengatakan bahwa wanita yang berusia 40 tahunan masih bisa sukses untuk mengandung secara normal.

"Namun kualitas telur yang akan dibuahi sangatlah buruk dan itu menjadi masalah pada pembuahan," ujar Leger. Jadi, jangan menunda sebuah kehamilan.

Susu Hindarkan Kanker Usus

Perbanyaklah minum susu. Karena selain menyehatkan susu juga mampu mengurangi resiko terkena kanker usus. Demikian disampaikan oleh Dr Eunyoung Cho yang meneliti keuntungan mengkonsumsi susu. Analisa dari 10 studi menunjukkan 16 ons susu sehari bisa mengurangi ancaman kanker usus sampai 12%.

Para peneliti dari `Brigham and Women's Hospital` menemukan bahwa 16 ons susu sehari mampu mengurangi resiko terkena kanker usus sampai 12%. Hasil itu merupakan analisa dari 10 studi sebelumnya yang terdiri dari

500.000 orang dimana sekitar 5.000 diantaranya kemudian positif mengidap kanker usus. Hasil penelitian Dr Eunyong Cho dipublikasikan oleh The Journal of the National Cancer Institute.

Kanker usus merupakan penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian diseluruh dunia. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan binatang sebagai percobaan, kandungan kalsium yang banyak terdapat pada susu mampu melindungi usus dari serangan kanker. Studi pada manusia juga menunjukan keseluruhan jumlah kalsium yang dikonsumsi sangat positif dakam mengurangi tingkat dari resiko kanker susu ini.

Setiap kenaikan 1.000 miligram kalsium sehari atau lebih akan mempu mengurangi 15% resiko dari kanker usus pada wanita dan 10% pada pria. Dalam publikasinya, Dr Eunyoung Cho mengatatakan melalui data yang didapatnya konsumsi susu dan kalsium bisa mengurangi resiko dari terkena kanker usus. Dr Cho tidak menemukan pengurangan resiko terkena kanker dengan mengkonsumsi keju dan yoghurt yang sebenarnya juga merupakan hasil olahan dari susu.

Sementara di studi lain memberikan indikasi bahwa produk-produk olahan dari susu bisa meningkatkan resiko terkena kanker lain seperti payudara dan prostate. Dr Richard Sullivan dari Cancer Research Inggris menyambut baik hasil studi dari Dr Cho ini dengan menyatakan sebagai sesuatu yang sangat menarik.

Meski Dr Sullivan menyatakan cara terbaik untuk mengurangi resiko kanker usus ini adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang antara buah, sayuran dan kalori untuk mengurai proses penimbuhan lemak.

Alpukat, Si Hijau yang Menyehatkan

Kita semua pasti mengenal alpukat, buah yang dagungnya hijau lunak, dengan rasa yang yummy .. hmmmm buah yang satu ini memang pas untuk segala hidangan sehat sehari-hari. Bukan hanya untuk jus, campuran es campur, puding namun ia bisa juga untuk campuran salad. Dimakan biasa pun OK.

Meski kulitnya yang tidak terlalu sempurna dibandingkan apel atau pear dan harganya murah, namun alpukat tak kalah 'sakti' dengan buah lainnya. Ia mampu menurunkan risiko stroke dan serangan jantung, karena alpukat merupakan satu-satunya buah yang kaya lemak, bahkan kadarnya lebih dari dua kali kandungan lemak dalam durian.

Walaupun demikian, kita tak perlu takut karena lemak alpukat termasuk lemak sehat, karena didominasikan asam lemak tak jenuh tunggal oleat yang bersifat antioksidan kuat. Lemak alpukat membantu menurunkan kadar "kolesterol jahat" LDL sambil menaikkan "kolesterol Baik" HDL, sehingga secara nyata menekan risiko stroke dan serangan jantung.

Kemampuan ini diperkuat oleh kandungan betakaroten, klorofil, vitamin E, dan vitamin B-kompleks yang berlimpah dalam alpukat. Pelaku vegetarian umumnya kurang optimal mendapatkan asupan lemak, karena mereka pantang daging (yang selalu kaya lemak). Selain mengharapkan kecukupan asupan lemak dari minyak goreng, alpukat bisa menjadi pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan lemak.

Lemak alpukat merupakan lemak sehat, sebagaimana yang terdapat dalam minyak zaitun. Selain mampu mengendalikan hipertensi, alpukat juga kaya mineral kalium, tapi rendah kandungan natriumnya. Perbandingan ini mendorong suasana basa di dalam tubuh kita.

Berkurangnya keasaman tubuh (darah dan jaringan) akan menekan munculnya penyakit akibat kondisi tubuh terlalu asam, seperti alergi, pusing, panik, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan. Karena kadar asam folat dan vitamin E-nya juga tinggi kalium alpukat lebih efektif dalam merendam hipertensi dan dapat membantu memperlancar aliran darah.

Berbeda dari buah-buahan lain, alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit mengandung gula buah, tapi berlimpah serat selulose. Faktor ini menjadikan alpukat dianjurkan sebagai bagian dari menu untuk mengendalikan diabetes. Nah yang utama, alpukat ternyata bagus banget buat kulit dan rambut.

Zat besi dan zat tembaga yang berlimpah membuat alpukat penting dalam pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia gizi. Paduan antara vitamin C, vitamin E, zat besi, kalium dan manganya menjadikan alpukat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut. Dengan adanya asam folat dan vitamin B, serta vitamin-vitamin B lainnya, alpukat ideal untuk merangsang pembentukan jaringan kolagen.

Perlu anda tahu, bahwa kebiasaan menyantap alpukat segar tanpa dimasak sangat menguntungkan, karena zat gizi dan senyawa fitokimiawinya menjadi tetap utuh. Namun tetap harus diingat bahwa alpukat mengandung lemak yang bisa membuat berat badan tubuh kian bertambah.

Nonton TV Beresiko Buruk bagi Kesehatan

Untuk kesekian kali dampak buruk akibat terlalu banyak menonton TV disampaikan oleh Ian Morgan dari the Australian National University Canberra. Hasil analisa 40 kasus, faktor terlalu banyak menonton TV merupakan sebuah hal yang patut disalahkan karena mengurangi daya lihat mata.

Malah dikuatirkan terlalu banyak menonton TV akan menyebabkan kebutaan. Ia sangat mengkuatirkan perkembangan semakin naiknya angka pendeknya penglihatan disejumlah negara Asia sehingga mereka berinisitif untuk melakukan penelitian. Dinegara seperti Jepang dan Singapura, angka ini mengalami kenaikan yang tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah ahli malah memprediksi kecenderungan ini tampaknya akan semakin naik. Menurut laporan New Scientist, gaya hidup yang terlalu banyak menghabiskan waktu didepan TV yang menjadi penyebab utama meningkatnya angka kebutaan. Hasil penemuan itu mungkin akan menjadi penjelasan semakin menurunnya daya lihat di sejumlah negara di dunia.

Wilayah Asia Timur merupakan wilayah yang paling tinggi memiliki pengurangan penglihatan atau myopia dibandingkan dengan belahan dunia lainnya. Di Singapura 80% pria berusia 18 tahun yang direkrut masuk tentara merupakan mereka yang memiliki pandagan yang sangat terbatas. Padahal 25 tahun silam kondisi itu hanyalah 25%.

Jika kondisi myopia mengalami peningkatan yang sangat tajam maka bisa memicu kebutaan. Hasil riset ini dimuat dalam the American Journal of Human Genetics yang mengatakan bahwa gaya hidup lebih berpengruh ketimbang faktor genetika dalam masalah menurunya daya penglihatan ini.

Pubertas

Menonton TV juga akan berdampak pada pemicu obesitas dan mempercepat pubertas. Penelitian yang dilakukan Dr Roberto Salti dari Florence University menunjukkan produksi hormon pada anak dengan semakin seringnya menonton TV.

Tidak dipungkiri tayangan TV seperti `Sex and the City` atau sejumlah talk show yang menyerempet sex telah membuat seorang remaja lebih cepat memproduksi hormon testosterone. Khusus dalam penelitiannya Salti memberikan obyek berupa TV, Komputer dan Video untuk melihat dampak pengaruh tontonan pada percepat pubertas.

Dalam studi kali ini Roberto Salti memusatkan perhatian pada 74 anak-anak yang berusia 6 hingga 12 tahun dan selama 3 jam sehari rata-rata menonton TV. Di 7 hari lainnya mereka akan dibandingkan dengan tontonan TV, Komputers dan video games. Tidak lupa para anggota keluarga lainya juga diikutsertakan.

Di akhir studi tingkat hormon melatonin pada anak-anak mengalami kenaikan rata-rata 30% dan itu merupakan sebuah kenaikan yang biasa terjadi pada seorang remaja. Melatonin dikenal sebagai hormon untuk pemicu tidur. Namun kini hormon itu juga menjadi salah satu obyek penelitian pemicu pubertas dan masih menjadi debat.

Obesitas

Menyaksikan TV disebut-sebut sebagai pemicu terjadinya obesitas pada anak-anak. Pasalnya selama menonton itu sang anak kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan berkalori. Demikian hasil pemantauan Dr Donna M Matheson dari Stanford University of Medicine (AS).

Menonton TV kini menjadi sebuah kegiatan yang layak ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya obesitas pada anak-anak. Karena kebanyakan anak-anak di tingkat TK dan SD kebanyakan menghabiskan waktunya kurang lebih 3 jam berada didepan TV.

Penelitian yang dilakukan di kelas lima disebuah sekolah di California menunjukan bahwa 20% anak-anak yang menyaksikan TV cendrung mengkonsumsi makanan lebih dari yang lain. Anak-anak setidaknya mengkonsumsi seperempat makanan lebih bila dibandingkan dengan mereka yang tidak menonton TV.

Menurutnya jika orang tua peduli tentang obesitas, seharusnya mereka mematikan TV sebagai langkah pengamanan pertama. Dan selanjutnya berusaha memberikan anak-anak makanan bersayuran dan buah-buahan. Obesitas pada anak bisa menimbulkan serangan jantung dan resiko atas penyakit yang berhubungan dengan jantung.

Ikan, Baik untuk Jantung dan Ibu Hamil

Ikan ternyata tidak hanya enak dikonsumsi sebagai teman makan. Tim peneliti dari Harvard University (AS) yang dipimpin oleh Dr Albert, telah mengembangkan sebuah pengukuran resiko terkena serangan penyakit jantung berdasarkan pada tingkat kandungan asam Omega-3 yang didapat dari minyak ikan.

Hasilnya, rendahnya asam omega-3 dalam darah akan membuat naiknya resiko kemungkinan terserang penyakit jantung. Bukan rahasia lagi bahwa mengkonsumsi minyak ikan yang mengandung asam omega-3 akan melindungi jantung dan mengurangi resiko terkena serangan jantung. Meski tak diketahui prosesnya, namun nyatanya asam omega-3 mampu melakukan stabilisasi pada aliran darah di jantung.

Dr Albert menjelaskan dengan melakukan pengecekan tingkat omega-3 sudah cukup bagi seorang dokter untuk mengingatkan dan memberi bantuan kepada pasien akan resiko terkena serangan jantung dan kematian tiba-tiba akibat jantung. "Jika pada darah asam omega-3 kurang dari 4% di sel darah mereka, maka resiko kematian akan serangan jantung akan semakin tinggi. Sementara level 8% akan mengalami resiko yang paling sedikit."

Penelitian Dr Albert itu ditanggapi oleh Dr Ray Rice dari The International Society for the Study of Fatty Acids and Lipids. "Dr Albert memberikan sebuah hasil yang membuka kemungkinan termudah untuk mengindentidikasi apakah seseorang akan mengalami resiko kematian dari serangan jantung. Kemudahan itu terletak pada tingkat kenaikan omega-3."

Sementara Belinda Linden dari the British Heart Foundation mengatakan hasil penelitian Dr Albert semakin memperjelas keuntungan mengkonsumsi ikan yang mengandung banyak asam omega-3. "Komentar Dr Albert secara jelas mendukung konsumsi ikan yang sangat tinggi omega-3 sebagai pelindung dari serangan penyakit jantung. Karena tingkat omega-3 pada darah akan langsung terlihat saat mengkonsumsi ikan."

Belinda juga mengatakan selain itu hasil penelitian Dr Albert juga membantu para dokter untuk memberikan solusi pada pasien. "7 dari 10 orang Inggris masih belum cukup mengkonsumsi ikan. Dengan melakukan diet yang seimbang antara ikan, buah dan sayuran akan membuat serangan jantung bisa dikurangi."

Di Inggris, penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh nomor satu. Penelitian sebelumnya menyebut dengan mengkonsumsi minyak ikan dari salmon atau tuna dua kali dalam sepekan akan melindungi seseorang dari serangan jantung. Karena omega-3 bisa menstabilkan irama detak jantung dimana minyak itu bisa menahan sodium dan kalsium yang berlebihan pada jantung.

Ikan dan Kehamilan

Selain itu mengkonsumsi ikan selama masa kehamilan mampu meningkatkan pertumbuhan janin. Demikian disampaikan oleh Dr Imoegen Roger dari University of Bristol Inggris setelah melakukan penelitian atas 11.550 wanita hamil. Ia menemukan kenyataan bahwa dengan mengkonsumi ikan selama 32 pekan kehamilan akan mempercepat pertumbuhan janin.

"Hasil penelitian kami semakin mendukung penelitian sebelumnya bahwa mengkonsumsi ikan atau asam omega tiga selama masa kehamilan akan rata-rata meningkatkan pertumbuhan janin."

Ikan selama ini dikenal sebagai penghasil dan kaya akan asam omega tiga yang merupakan hal yang sangat esensial dalam pertumbuhan fungsi sel. Asam Omega tiga selain didapat dari ikan, juga bisa diperoleh dari minyak canola oil, minyak rami dan kacang-kacangan. Kepada obyek penelitian, tim menanyakan mengenai berapa banyak konsumsi ikan yang mereka lakukan selama mengandung.

Setelah pertanyaan itu diajukan maka tim peneliti melakukan perhitungan atas jumlah asam omega tiga yang diperkirakan dikonsumsi oleh para ibu hamil itu. Rata-rata wanita hamil yang mengkonsumsi 33 gram ikan atau sama dengan tiga perempat dari ikan tuna sehari akan mendaptkan sekitar 0.15 grams dari asam omega-tiga.

Semakin banyak ikan yang dikonsumsi akan semakin membuat berat janin semakin tinggi pula. Dr Imogen Rogers menambahkan bahwa meski konsumsi ikan tidak memberikan dampak apapun pada panjangnya kehamilan namun yang pasti bisa mempercepat pertumbuhan janin meski asam omega tiga itu didapat dari suplemen.

Air Putih dan Kesehatan

"Mengapa kita harus banyak mengkonsumsi air putih?", jika itu pertanyaan yang selama ini bermain di benak anda, maka hiruplah nafas dalam-dalam dan berdoalah sebelum anda membaca artikel ini. Jawabnya cukup mengerikan namun anda tak perlu bersembunyi, yang perlu anda lakukan hanyalah mengisi gelas dengan air putih dan minum sebanyak-banyaknya.

Sejak pertama kali mempelajari biologi, anda pasti mengatahui bahwa 80 persen tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80 persen dimana keduanya memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, yaitu Otak dan Darah. Otak memiliki komponen air sebanyak 90 persen, sementara darah memiliki komponen air 95 persen.

Untuk menjaga kesehatannya, manusia normal wajib mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Namun ukuran ini tidak berlaku pada anda yang hobby merokok, sebaliknya anda harus mengkonsumsi air putih lebih dari 2 liter perhari. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh, misalnya air seni, keringat, pernapasan dan sekresi.

Setelah anda mengetahui berapa banyak air yang wajib kita konsumsi perharinya, marilah kita bayangkan apa jadinya bila anda melanggar aturan tersebut atau dalam bahasa sederhananya, anda minum kurang dari 2 liter air putih perhari. Jawabnya yaitu, tubuh akan menyeimbangkan diri.

Tubuh akan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dimulai dari komponen yang paling dekat, darah. Lantaran air dalam darah disedot untuk keperluan tubuh, maka darah akan menjadi kental sehingga perjalanannya ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar.

Pada proses ini, ginjal akan sangat menderita. Dalam menjalankan tugasnya menyaring racun dari darah, ia akan mengalami kesulitan saat harus menyaring darah yang kental. Tak jarang darah ini akan menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Berbahaya? Tergantung .. tapi yang jelas air seni anda akan berwarna kemerahan, sebagai pertanda mulai bocornya saringan ginjal. Jika anda tetap 'cuek' dan tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan kebocoran ini, saya sarankan untuk menyiapkan Rp400.000 rupiah seminggu. Untuk apa? tentu saja untuk cuci darah.

Nah sekarang anda bisa menyimpulkan apakah kebocoran saringan ginjal termasuk hal berbahaya atau tidak, tapi percayalah saya enggan membayangkan memberikan amplop berisi Rp 400.000 pada dokter tiap 7 hari sekali. Jika ditabung selama satu tahun, bayangkan berapa banyak uang yang akan mengisi pundi-pundi anda.

Seperti halnya saya, anda tentu mulai ketakutan bukan, namun tetaplah fokus dan lanjutkan membaca artikel ini, karena ternyata masih ada yang lebih berbahaya lagi. Masih ingat darah yang mengental karena airnya disedot untuk keperluan tubuh?

Nah saat darah ini mengalir lewat otak, perjalanannya pun juga tak lancarsama halnya saat ia melewati ginjal. Akibatnya otak tidak lagi "encer" .. kebayang kan apa yang dimaksud otak tidak encer? tapi sebelum pikiran anda melayang jauh, kembalilah ke deretan kalimat di bawah ini.

Sel-sel otak adalah organ yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen. Terhalangnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bila anda juga mengidap penyakit jantung, maka sempurnalah penderitaan anda dengan adanya serangan stroke .. hmm kedengarannya seram ya?

Demikianlah apa yang bisa saya sajikan, maaf jika saya membuat anda berkeringat dingin. Tapi sekarang anda bisa menarik nafas lega sebab kita menuju akhir dari artikel ini. Sekarang segala keputusan ada di tangan anda, mulai mengkonsumsi 8 gelas air putih perhari atau mempersiapkan diri untuk menjalani penderitaan duniawi .. its up to u .. !!

Bayi Normal Butuh Tidur 16 Jam Sehari

Sebagai seseorang yang baru lahir ke dunia, seorang bayi memang tidak tahu apakah ia berada di siang hari atau malam hari. Tugas orang tua adalah menjaga agar sang bayi mendapatkan tidur yang cukup setidaknya 16 jam sehari dimana disetiap empat jam sekali sang bayi harus mendapatkan suplay makanan.

Suplay makanan itu tidak dipedulikan oleh sang bayi apakah terjadi pada malam hari atau siang hari. Karena dengan perut yang kecil, sang bayi tidaklah cukup lama bertahan dari rasa lapar ketika dirinya disusui oleh sang ibu.

Ketika masih bayi, seorang bayi mengalami jenis perbedaan tidur: drowsiness, REM (rapid eye movement) sleep, light sleep, deep sleep, dan very deep sleep. Setelah beranjak dewasa dengan semakin bertambahnya usia maka jenis-jenis tidur itu semakin lama semakin bertambah atau berkurang.

Banyak ahli menilai sebaiknya orang tua tetap menjaga agar bayinya tidak terlalu panjang dalam tidurnya tanpa didampingi sang ibu. Karena sang ibu harus tetap memberikan ASI setiap 4 jam sekali.

Yang lebih penting adalah menjaga kondisi disekitar bayi ketika tidur agar bisa bernafas dengan sempurna. Biasanya banyak mainan dan berbagai jenis perlengkapan bayi berada disekitar bayi ketika tidur.

Karena jika hal ini tidak diperhatikan maka banyak kejadian bayi yang mengalami kematian mendadak dan jaga agar bayi tidak tidur dengan muka tengkurap, karena bisa menghalangi jalanya pernafasan.