Showing posts with label Pengantar Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Manajemen. Show all posts

Manajemen Stres

Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMAnya kita memikul beban tersebut. (Stephen Covey)

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa be ban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya …! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day……..

MANAJEMEN KOPERASI

Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap organisasi. Sebagaimana diketahui, hakikat manajemen ialah mencapai tujuan dengan tangan orang lain. Pencapaian tujuan dengan tangan orang lain itu dilakukan oleh manajemen dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yaitu fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan, dan fungsi pengawasan. Dengan demikian, keberhasilan manajemen sebuah organisasi akan sangat tergantung pada pelaksanaan masing-masing fungsi tersebut.

1. Fungsi Perencanaan

Perencanaan adalah proses perumusan program beserta anggarannya yang harus dilakukan oleh sebuah koperasi sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan strategi yang hendak dilaksanakan. Sebagai tindak lanjut dari strategi, maka pelaksanaan fungsi perencanaan dalam sebuah organisasi koperasi harus secara konsisten mengacu pada tujuan dan misi koperasi tersebut. Dengan kata lain, perencanaan bukanlah hanya sekedar pengungkapan keinginan, melainkan merupakan pengewanjatahan dari strategi yang telah dipertimbangkan.

Koperasi dalam melaksanakan sebuah perencanaan, selain harus mengacu pada tujuan dan misi koperasi itu, penentuan strategi harus mempertimbangkan secara cermat hal-hal berikut :

1) Berbagai ketentuan internal koperasi;

2) Berbagai kelemahan internal yang dimilikinya;

3) Kesempatan / peluang bisnis yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan koperasi;

4) Hambatan / kendala bisnis yang diperkirakan akan menggangu pencapaian tujuan organisasi.

Bertolak dari analisis di atas, barulah ditentukan strategi yang sebaiknya ditempuh untuk mencapai tujuan dan misi koperasi. Adapun jenis strategi yang dapat dipilih oleh koperasi dalam garis besarnya dibedakan antara strategi di tingkat korporasi dan strategi di tingkat unit usaha. Jenis strategi yang dapat dipilih pada tingkat korporasi meliputi : usaha tunggal, diversifikasi usaha terkait, dan diversifikasi usaha tidak terkait atau konglomerasi.

Sedangkan jenis strategi yang dapat dipilih pada tingkatan unit usaha meliputi: minimasi biaya, diferensiasi produk, konsentrasi pada dasar tertentu, atau gabungan ketiganya.

2. Fungsi Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah pembagian tugas dan wewenang dalam koperasi di antara pelaku yang bertanggungjawab atas pelaksanaan rencana-rencana koperasi itu.

Dalam garis besarnya, jenis struktur organisasi dibedakan atas struktur fungsional, struktur unit usaha, dan struktur matriks. Struktur fungsional adalah yang membagi wewenang pengelolaan koperasi berdasarkan fungsi-fungsinya. Struktur unit usaha ialah yang membagi wewenang pengelolaan koperasi berdasarkan unit-unit usahanya dan struktur matriks ialah gabungan antara struktur fungsional dan struktur unit usaha.

Masing-masing jenis struktur tersebut tentu memiliki kelemahan serta kekurangan masing-masing. Sekedar pedoman, 2 (dua) hal penting yang perlu dipertimbangkan pengurus dalam hal struktur organisasi adalah :

1) Efektifitas struktur organisasi tersebut dapat dilihat dari segi pencapaian tujuan koperasi;

2) Efektifitas struktur organisasi itu dapat dilihat dari segi biaya penyelenggaraannya. Koperasi yang masih kecil dan yang hanya menyelenggarakan satu unit usaha, biasanya cukup diselenggarakan dengan menggunakan struktur fungsional.

3. Fungsi Pelaksanaan

Pelaksanaan ialah proses penerapan rencana-rencana koperasi oleh masing-masing fungsi atau unsur dalam organisasi koperasi. Aspek terpenting pada tahap pelaksanaan ini ialah aspek koordinasi dan monitoring.

Dengan melakukan koordinasi, maka berbagai unsur dalam organisasi diupayakan untuk bekerja saling bahu-membahu dalam mencapai tujuan koperasi. Dalam garis besarnya, unsure-unsur yang terlibat pada tahap pelaksanaan ini terdiri dari anggota, penasihat, pengawas, pengurus, pengelolaan dan karyawan koperasi.

Secara keseluruhan, tanggung jawab fungsi pelaksanaan merupakan tanggung jawab pengurus koperasi. Tetapi, karena pengurus tidak dapat melaksanakan semua tugasnya tanpa bantuan orang lain, maka pengurus memiliki wewenang untuk mengangkat pengelola sebagai pelaksana harian manajemen koperasi. Sehubungan dengan tugas yang dipikulnya itu, maka seorang pengelola harus mempunyai wawasan dan kemampuan bisnis koperasi dengan sebaik-baiknya.

4. Fungsi Pengawasan

Pengawasan ialah upaya yang dilakukan oleh kewenangan yang lebih tinggi, untuk mengukur tingkat kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dengan hasil yang telah dicapai.

Sesuai dengan UU No. 25/1992, pengawasan atas pelaksanaan kegiatan usaha koperasi dilaksanakan oleh pengawas. Kegiatan pengawasn terutama sekali dilakukan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan usaha koperasi. Dengan demikian pengawas diharapkan dapat mencegah / mengurangi akan terjadinya penyalahgunaan sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh koperasi secara tidak bertanggungjawab.

Dalam melaksanakan fungsi kepengawasannya, pengawas koperasi bisa meminta bantuan tenaga ahli (dalam hal ini akuntan publik) untuk mengungkapkan terjadinya penyalahgunaan wewenang atau terjadinya penyelewengan yang dilakukan pengurus koperasi.

Walaupun pelaksanaan kegiatan pengawasan dilimpahkan kepada pihak lain, namun fungsi dan tanggung jawab pelaksanaan pengawasan tetap berada di tangan pengawas.

Sumber : Drs. Subandi, M.M. (Ekonomi Koperasi Teori dan Praktik)


Peran Manajemen di Dalam Koperasi

Dalam masyarakat modern dewasa ini manajemen semakin menjadi penting. Masyarakat modern adalah masyarakat yang kompleks. Manusia modern yang telah meningkat kecerdasan dan pengetahuan teknologinya, telah menetapkan “rasionalitas, efektivitas, dan efisiensi sebagai nilai moral yang tinggi”. Dengan sistem nilai moral yang demikian itu, orang modern terus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk dapat mencapai tujuannya atau memenuhi kebutuhannya secara lebih tepat sebagaimana yang dikehendaki dalam waktu yang lebih cepat dan dengan biaya yang lebih murah.

Dengan adanya sistem nilai seperti itu, maka pihak yang berusaha untuk menyediakan kebutuhan masyarakat, baik dalam bentuk barang maupun jasa, harus dapat menyediakan apa yang dibutuhkan masyarakat itu dengan cepat, tepat dan murah. Mereka harus selalu bekerja dengan rasional, efektifitas dan efisien. Tuntutan demikian antara lain menimbulkan adanya berbagai jenis spesialisasi.

Pertama, spesialisasi dapat terjadi di dalam suatu usaha pelayanan kepada masyarakat. Ini berarti pembagian pekerjaan yang masing-masing dikerjakan oleh para spesialis. Hal ini mengharuskan pengkoordinasian para spesialis ke arah pencapaian tujuan usaha.

Kedua, spesialisasi dapat terjadi di antara usaha dan kegiatan-kegiatan dalam masyarakat. Artinya terjadi spesialisasi usaha atau kegaitan hanya pada suatu bidang tertentu saja. Sudah barang tentu terdapat berbagai orang pada spesialisasi yang sama. Hal ini menuntut kemampuan untuk berkompetisi dalalm menghasilkan jasa atau barang yang lebih baik atau tepat, lebih cepat dan lebih murah, sehingga hasil usahanyalah yang dapat diterima oleh masyarakat. Karena adanya spesialisasi dalam usaha masyarakat ini, diperlukan kemempuan untuk menarik kerja sama dari pihak lain yang langsung ataupun tidak langsung diperlukan bantuannya agar usaha yang telah terspesialisasi itu dapat dilaksanakan dengan baik.

Di sinilah manajemen koperasi menjadi sangat penting artinya untuk dapat meningkatkan kemajuan koperasi di Indonesia.

Pada manajemen koperasi di Indonesia, pengurus di dalam menjalankan tugasnya, juga memiliki wewenang-wewenang. Wewenang tersebut diperoleh pengurus dari rapat anggota. Sebab rapat anggota mendelegasikan wewenangnya kepada pengurus untuk menjalankan usaha koperasi, baik untuk mengembangkan aspek idiilnya maupun usaha ekonominya. Untuk mengembangkan usaha ekonomi inilah, pengurus banyak mendelegasikan wewenangnya kepada manajer. Sedangkan aspek organisasi, manajer juga membantu pengurus, tetapi tidak memutuskan khususnya yang menyangkut idiil koperasi. Di lihat dari sumbernya, wewenang yang diperoleh pengurus koperasi pada dasarnya dapat berasal dari tiga sumber yaitu: Rapat Anggota, Anggaan Dasar, dan Peraturan-peraturan (hukum) serta keahliannya.
Betapapun koperasi-koperasi fungsional tumbuh dan berkembang dengan tendensi selalu maju, akan tetapi sifatnya tertutup dalam arti hanya berkisar pada dirinya sendiri pada dirinya sendiri dan anggota-anggotanya. Sifat tertutup tersebut disebabkan berbagai keadaan. Organisasinya disusun berdasarkan lingkungan tertentu, seperti kantor dan kesatuan. Di daerah pedesaan mungkin sudah agak terbuka dengan daerah kerja meliputi kecamatan atau kabupaten degan menghimpun anggota dari berbagai jenis instansi. Keanggotaannya terbatas pada masyarakat tertentu, seperti pegawai negeri atau angkatan bersenjata. Usahanya yang dominan adalah simpan pinjam, yang umumnya dibatasi hanya untuk kepentingan anggota. Ini memang suatu ketentuan yang dianut oleh Koperasi Simpan Pinjam hanya untuk melayani anggota dan tidak melayani bukan anggota, koperasi bukanlah bank yang bekerja untuk melayani umum.

Langkah tersebut dapat dipelopori oleh koperasi-koperasi fungsional dengan potensi yang dimilikinya, tetapi jika tujuannya untuk menumbuhkan koperasi konsumsi, maka usaha tersebut harus bersifat terbuka dan memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjadi anggotanya.

Manajemen koperasi berlandaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan yang lebih terkenal dengan landasan Pancasila. Landasan yang demikian diwujudkan pada sifat manajemen koperasi yang bersifat demokrasi, yaitu:
1) Kekuasaan tertinggi,
2) Pengurus dan badan pemeriksa,
3) Pembagian sisa hasil usaha,
4) Usaha koperasi

Dengan menelaah lebih jauh esensi dan watak yang terkandung dalam lembaga koperasi, akan membuahkan suatu pandangan utuh bahwa koperasi memiliki cakupan multi-dimensional yang bersifat strategis terhadap proses pembangunan Indonesia. Hal ini disebabkan eksistensi koperasi ditengah masyarakat menyandang empat karakteristik secara sekaligus,yaitu:

  1. Koperasi merupakan suatu sistem normatif (normatif system) karena mekanisme yang berkembang didalamnya tidak terlepas dari pranata sosial-budaya masyarakat itu sendiri. Koperasi adalah manifestasi asas kekeluargaan dan kegotong-royongan yang luas melalui mekanisme “dari, oleh dan untuk anggotanya.
  2. Koperasi merupakan suatu mekanisme pendidikan (mechanism of education) bagi para anggota-anggotanya. Peningkatan swadaya dan peningkatan partisipasi tidak terlepas dari kegiatan penyuluhan baik dalam aspek ekonomi maupun sosial.
  3. Koperasi sebagai organisasi ekonomi (economic organization) yang berwatak sosial sebagai usaha bersama berdasar asas-asas kekeleuargaan dan gotong-royong. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai organisasi ekonomi-pun koperasi selalu berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan hidup, peningkatan swadaya dan peningkatan solidaritas sosial ke arah partisipasi sosial bagi para anggotanya dan masyarakat lingkungannya.
  4. Koperasi merupakan organisasi kekuatan (the organizational of force). Jika semangat koperasi benaar-benar hidup maka koperasi dapat menjadi kekuatan nyang besar dari segi politik, sosial-budaya dan ketahanan sosial. Bukankah suatu kebijaksanaan pembanngunan nasional bisa disebut berhasil apabila terjadi pemantapan ketahanan nasional yang tercermin dalam ketahanan keluarga dan ketahanan individu.

Koperasi haruslah ditinjau dari empat matra, yang dalam geraknya berlangsung secara serempak dan mempunyai kekuatan saling mempengaruhi satu sama lain. Empat matra itu adalah:

  1. Koperasi sebagai suatu proses karena pembangunan koperasi adalah rentetan perubahan ke arah pertumbuhan dan perkembangan.
  2. Koperasi sebagai suatu metode; sebab pembangunan koperasi menempuh cara-cara yang terncana di atas disiplin keteraturan dan kesinambungan, sesuai dengan asas swakerta, swadaya dan swa-sembada.
  3. Koperasi sebagai suatu program; karena pembangunan koperasi merupakan paduan dari berbagai kegiatan dalam bidang kehidupan yang menyentuh kepentingan masyarakat kecil, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.Koperasi sebagai suatu gerakan; sebab pertumbuhan dan perkembangan koperasi sesungguhnya merupakan suatu gerakan dan cita-cita kemasyarakatan yang ingin diwujudkan bersama sesuai dengan asas kekeluargaan dan gotong-royong.
  4. Koperasi sebagai suatu gerakan; sebab pertumbuhan dan perkembangan koperasi sesungguhnya merupakan suatu gerakan dan cita-cita kemasyarakatan yang ingin diwujudkan bersama sesuai dengan asas kekeluargaan dan gotong-royong.

Koperasi sebagai bentuk badan usaha yang bergerak di bidang perekonomian mempunyai tatanan manajemen yang agak berbeda dengan badan usaha lainnya. Perbedaan tersebut bersumber dari hakikat manajemen koperasi yang dasar falsafahnya adalah dari, oleh dan untuk anggota yang mencerminkan pelaksanaan falsafah demokrasi dalam dunia usaha yang menjadi ciri khas koperasi. Untuk itu, di dalam stuktur atau tatanan manajemen koperasi di indonesia di kenal adanya rapat anggota, pengurus dan badan pemeriksa dan manajer atau pelaksana utama.

Dengan demikian jelaslah bahwa manajemen koperasi adalah manajemen usaha yang pada umumnya yang diterapkan pada bangun usaha koperasi. Atau dengan kata lain, bagaimana menerapkan pengelolaan usaha ekonomi modern pada usaha koperasi. Untuk itu, satu hal yang paling pokok adalah dapat dicapainya tujuan usaha koperasi dengan memanfaatkan semua sumber yang ada, dibawah kepemimpinan tim manajemen yang terdiri dari pengurus, dan badan pemeriksa sehari-hari. Untuk melaksanakan pekerjaan itu, manajer tidak bekerja sendiri, melaikna dibantu oleh para pegawainya. Manajemen adalah ilmu atau seni mengerjakan sesuatu dengan perantara orang lain untuk mencapai tujuan usaha.

Kata-Kata Bijak Dari CEO Kelas Dunia

* Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak mencoba sesuatu.

Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda lakukan.

(Frederick Smith, Pendiri Federal Express)


* Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan; pengakuan adalah motivasi terkuat. Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat "disisipkan" diantara pujian.

(May Kay Ash,Pendiri Kosmetik Mary Kay)


* Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannnya.

Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus, tanpa inspirasi.... kita akan binasa.

(Walt Disney, Pendiri Walt Disney Corporation)


* Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk.

(P.T. Barnum, Anggota Pendiri Sirkus Barnum & Bailey)


* Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak.

(John Naisbitt,)

Pemimpin Umum Naisbitt Group


* Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.

(Thomas A. Edison, Penemu dan Pediri Edison Electric Light Company)


* Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.

(Alexander Graham Bell, Penemu dan Mantan Presiden National Geographic Society)


* Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaanAnda. Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang.

(Gordon Van Sauter, Mantan Presiden CBS News)


* Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.

(Charles "Tremendeous" Jones, Presiden Life Management Services, Inc.)


* Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan ...

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik.

(Baron Pierre de Coubertin, Pendiri & Presiden pertama Komite Olimpiade International)


* Orang yang mau berubah dialah yang bakaln maju dan suksess menguasai dunia"

(Aditya Gumay, State University of Medan. Directur of CV. FUZAISTA // ADITH COM CELL)
(Aditya Gumay, State University of Medan. Directur of CV. FUZAISTA // ADITH COM CELL)

Macam/Jenis Peranan Manajemen/Peran Manajer Dalam Organisasi Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki manajemen yang memegang berbagai peranan penting yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Ada banyak peran yang harus dimainkan / diperankan para manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang-orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut.

Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Menajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan.

Berikut ini adalah Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer :

1. Peran Interpersonal

Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;

- Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.

- Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.

- Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.

2. Peran Informasi

Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi ;

- Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.

- Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.

- Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.

3. Peran Pengambil Keputusan

Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;

- Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.

- Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.

- Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.

- Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

Jenis dan Macam Gaya Kepemimpinan / Pemimpin Klasik Otoriter, Demokratis dan Bebas

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.

3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

KEWIRAUSAHAAN


Banyak ahli berpendapat yang tidak sama mengenai kewirausahaan, seperti pendapat yang dikemukakan oleh Timmons yang mendefenisikan kewirausahaan sebagai tindakan kreatif manusia membangun sesuatu bernilai dari tiada satu apapun. Dalam defenisi ini, kewirausahaan dipandang sebagai kemampuan memburu kesempatan tanpa menghiraukan keterbatasan sumber yang dimiliki. defenisi lain disampaikan oleh Zimmerer bahwa kewirausahaan merupakan hasil dari disiplin, proses sistematis dari aplikasi kreatifitas dan inovasi kebutuhan dan kesempatan.

Beberapa kesamaan unsur yang membentuk pengertian kewirausahaan (Dollinger), karakteristik kewirausahaan mencakup:

  • Kreatifitas dan inovasi
  • Pengumpulan sumber daya dan pendirian suatu organisai.
  • Mencari keuntungan dan pertumbuhan usaha dengan di biayai resiko dan ketidakpastian.

Dewasa ini dunia kewirausahaan nampaknya sudah mulai diminati masyarakat luas, namun karena kurangnya informasi, banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta.sebagian orang beranggapan bahwa kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan, lingkungannya para direktur dan pemilik PT, CV serta berbagai bentuk perusahaan lainnya.Oleh karenanya kewiraswastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya, sedang kekayaan itu seakan akan menjadi simbol keberhasilan dari kewiraswastaan.

KREATIVITAS DAN INOVASI

Kreativitas merupakan kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan berbagai persoalan dan memanfaatkan peluang.sedangkan inovasi adalah kemampuan yang dimiliki seorang wirausahawan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan.

Inovasi yang dapat diciptakan seorang wirausahawan antara lain:

  • Penawaran produk atau jasa baru
  • Penggunaan teknologi atau metode baru
  • Penciptaan pasar sasaran yang baru
  • Penggunaan sumber pasokan bahan baku dan sumber bahan lain yang baru.
  • Penciptaan bentuk organisasi industri yang baru

PERANAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA

Menurut Samuelson kewirausahan merupakan salah satu faktor produksi yang sangat menentukan keunggukan bersaing perusahaan. Sementara menurut Yudohusodo agar perusahaan dapat berkembang baik maka perusahaan harus mempunyai beberapa unsur, yaitu:

  • Harus ada inofator, yang mempunyai ide dalam mengembangkan perusahaan
  • Adanya businessman yang mempunyai sense of business yang mampu menterjemahkan rencana inovasi menjadi hal yang nyata dan menghasilkan profit
  • Entrepreneur yang memiliki entrepreneurship yang mampu menggerakkan dan mengorganisasikan gagasan menjadi kegiatan nyata
  • Harus ada manajer yang memilki managerial skil yang memillki kemampuan mengelolah perusahaan
  • Harus ada expert yang mempunyai keahlian bidang-bidang tertentu agar perusahaan kuat

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA

Tahap-tahap pengembangan usaha yang harus dimiliki seorang wirausahawan antara lain:

  • Memiliki ide usaha
  • Penyaringan ide/ konsep usaha
  • Pengembangan rencana usaha(business plan)
  • Implementasi rencana usaha dan pengendalian usaha

MENTALITAS WIRAUSAHAWAN

Menjadi seorang wiraushaan yang sukses memang di perlukan berbagai faktor pendukung. Antara lain mental atau bakat. Meskipun belum banyak penelitian ilmiah mengenai mental atau keperibadian wirausahawan, namun ada beberapa fakta maupun asumsi yang menerangkan ada perbedaan karakter antara wirausahawan dengan non wirausahawan. Perbedaan itu tumbuh karena kebiasaan atau pengaruh lingkungan. Sebagian dari kebiasaan itu adalah :

  • Menghitung untung rugi setiap tindakan / keputusan yang diambil.
  • Melihat peluang dan menganalisis kebutuhan pasar.
  • Mengelola sumber daya (planning organizing, directing, controlling)
  • Bekerja keras secara konstan dan mencari solusi bagi masalahnya
  • Kebiasaan “jatuh bangun” sehingga tidak lagi takut membuat keputusan.

Selain itu masih ada faktor lain yang turut menentukan seseorang bisa menjadi wirausahawan yang sukses antara lain:

  • Kreatif dan inovatif
  • Tegar dan ulet
  • Pekerja keras
  • Pola piker multi-tasking
  • Berani mengambil resiko

CIRI CIRI WIRAUSAHA YANG BERHASIL

Seorang wirausaha yang efektif dan sukses mempunyai beberapa sifat dan keperibadian antara lain:

  • Percaya diri
  • Berorientasikan kemanusiaan
  • Berorientasikan tugas dan keputusan
  • Sikap keaslian ide dan kreatif
  • Berorientasiakan masa depan
  • Bersedia mengambil resiko
  • Kemampuan membuat keputusa
  • Berorientasikan perencanaan
  • Kemampuan mendirikan perusahaan
  • Kemampuan manajemen

PASAR OLIGOPOLI

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan pasar.

Ciri-ciri pasar oligopoli
Terdapat banyak penjual/ produsen ya ng menguasai pasar.
Barang yang dijual dapat berupa brang homogen atau berbeda corak.
Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar. Satu diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu penjual yang mempunyai pangsa pasar terbesar.

Macam-macam oligopoli
Oligopoli murni yang ditandai beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
Oligopoli dengan perbedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.

Dampak negatif oligopi terhadap perekonomian:

  • Keuntungan yang yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
  • Timbul inifisiensi produksi
  • Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan
  • Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
  • Kebijakan pemerintah dalam mengatasi oligopoli
  • Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
  • Diberlakukannya undang-undang anti kerja sama antar produsen

PERKENALAN

Dalam topik ini dipelajari bentuk pasar oligopoli. Anda akan mempejari bahwa sedikitnya perusahaan-perusahaan dalam suatu pasar menghasilkan keadaan saling tergantung yang menguntungkan. Ketakutan akan perang harga dibuktikan dengan bantuan kurva permintaan yang bengkok. Bentuk-bentuk pasar kolusif dan non kolusif dianalisa. Pengaruh ekonomi dari bentuk pasar oligopoli ditunjukkan.

KARAKTERISTIK OLIGOPOLI
Bentuk pasar oligopoli dikarakterisasikan berdasarkan
- sejumlah besar perusahaan-perusahaan dominan, dengan beberapa yang kecil lainnya,
- suatu produk yang distandarisasikan maupun dibedakan,
- kekuatan dari perusahaan-perusahaan dominan terhadap harga, namun ketakutan akan pembalasan,
- hambatan-hambatan secara teknologi dan ekonomi untuk menjadi suatu perusahaan yang dominan,
- penggunaan persaingan non harga yang ekstensif akibat ketakutan akan perang harga.

Seluruh perusahaan “besar” berada dalam bentuk pasar oligopoli. Menjadi suatu perusahaan besar hampir secara otomatis menyatakan langsung bahwa perusahaan tersebut mempunyai maksud-maksud untuk mengendalikan pasarnya.

PEMUSATAN OLIGOPOLI
Suatu bentuk pasar oligopoli dikarakterisasikan berdasarkan kehadiran beberapa perusahaan yang dominan. Disana mungkin terdapat sejumlah besar perusahaan-perusahaan kecil, tetapi hanya perusahaan besar yang memiliki kekuatan untuk membalas. Ini berakibat dalam suatu pemusatan industri tinggi dimana hanya 2 sampai 10 perusahaan dengan pangsa pasar yang besar.

Industri bensin merupakan oligopoli di Amerika Serikat: dia didominasi oleh beberapa perusahaan raksasa seperti Exxon, Mobil, Chevron dan
Texaco. Akan tetapi, harap dicatat bahwa banyak perusahaan kecil yang berada dalam pasar tersebut: pompa-pompa bensin independen kecil yang hanya berjualan dalam satu kota atau hanya dalam suatu wilayah terbatas.

PENYEBAB-PENYEBAB PEMUSATAN OLIGOPOLI
Penyebab-penyebab yang paling dikenal untuk pemusatan yang tinggi dalam pasar-pasar bentuk oligopoli adalah

- skala ekonomis yang ada dalam produksi barang-barang tertentu,
- siklus-siklus bisnis yang menyingkirkan pesaing-pesaing lemah,
- keuntungan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung, dan
- hambatan-hambatan lainnya seperti perkembangan teknologi dan periklanan.

Sejarah pabrik otomobil A.S.menunjukkan suatu proses yang berkesinambungan terhadap peningkatan pemusatan pasar dalam tangan 3 besar: G.M., Ford dan Chrysler. Tidak berapa lama dahulu, Chrysler memperoleh American Motors yang lemah. Dalam permulaan abad ini, suatu babak baru pemusatan sekarang mengambil tempat atas skala global dimana Daimler memperoleh Chrysler, Renault memperoleh Honda dan GM mencoba untuk mendapatkan Daewoo. Volume produksi yang diperlukan untuk menjadi menguntungkan (100,000 kendaraan) adalah hambatan utama bagi perusahaan baru manapun untuk memulai memproduksi mobil.

PERMINTAAN OLIGOPOLI YANG BENGKOK
Permintaan suatu perusahaan dalam oligopoli terdiri atas dua bagian dari dua kurva permintaan yang terpisah. Bagian yang paling atas sangat elastis karena jika perusahaan menaikkan harganya, maka perusahaan lain tidak akan mengikuti, sehingga perusahaan tersebut akan kehilangan pangsa pasarnya. Bagian yang paling bawah adalah inelastis karena jika perusahaan menurunkan harganya, maka perusahaan lainnya akan mengikuti, dan tidak ada satu perusahaan pun yang dapat memperluas pangsa pasarnya.

Grafik G-MIC7.1

Beberapa pompa bensin sering ditemukan berdekatan satu sama lain di persimpangan-persimpangan jalan raya. Mereka juga sering mempunyai harga yang sama atau mirip. Apabila satu pompa bensin mencoba untuk menaikkan harga yang umum dari 125.9 menjadi 127.9, maka konsumen akan melewati jalan tersebut sehingga pompa bensin itu akan kehilangan pendapatannya. Jika pompa bensin yang sama menurunkan harganya menjadi 123.9, maka dia akan menarik konsumen-konsumen baru hanya sampai pompa bensin lainnya juga menurunkan harga mereka; kemudian semuanya akan kehilangan pendapatan.

STABILITAS HARGA OLIGOPOLI
Pelajaran dari permintaan yang bengkok adalah bahwa strategi penaikkan harga akan menyebabkan perusahaan kehilangan pendapatannya, tetapi juga akan menurunkan harga. Dengan demikian perusahaan cenderung tidak akan merubah harga. Lebih lanjut lagi, sebagai hasil dari kurva permintaan yang bengkok, pendapatan marjinal mempunyai suatu kerenggangan atau keretakan, dan kurva biaya marjinal apapun akan menuju pada kuantitas optimal yang sama.
Jadi harga yang sama adalah optimum untuk banyak struktur biaya yang berbeda.

KOLUSI
Seluruh perusahaan mendapatkan keuntungan dengan cara menghindari perang harga dan mencoba setuju terhadap harga-harga yang lebih tinggi serta volume penjualan yang diproteksi. Perjanjian-perjanjian ini secara umum adalah ilegal. Dengan demikian, perjanjian rahasia dicoba: hal ini merupakan kolusi.

Seluruh perusahaan cenderung untuk saling menjaga, seperti dalam kasus pompa-pompa bensin. Bagaimanapun tindakan-tindakan mereka adalah independen. Kolusi akan timbul jika seluruh pompa bensin memutuskan secara serempak untuk menaikkan harga-harga mereka guna meningkatkan pendapatan mereka. Tindakan yang diselenggarakan dengan persetujuan bersama dan dengan sengaja itu merupakan bentuk kolusi yang dilarang.

LABA OLIGOPOLI
Laba dari perusahaan-perusahaan dalam oligopoli ditentukan persis dalam cara yang sama dengan bentuk-bentuk pasar lainnya: dari kuantitas optimum dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal, harga ditentukan dari kurva permintaan serta biaya unit terhadap rata-rata kurva total biaya. Bagaimanapun juga, penentuan ini mungkin dipengaruhi oleh kurva permintaan yang bengkok. Lebih lanjut lagi, dalam suatu oligopoli yang kolusif, seluruh perusahaan bertindak seakan-akan mereka membuat satu monopoli dan keluarannya dibagi diantara perusahaan-perusahaan.

OPEC bertindak sebagai monopoli dengan cara membatasi keluaran (output) anggota-anggotanya dengan kuota. Setiap anggota berbagi laba atas monopoli yang akan jadi tersebut, namun tidak menetapkan harga dan keluaran secara independen.

KARTEL
Kartel adalah suatu perjanjian resmi diantara beberapa perusahaan dalam oligopoli. Perjanjian tersebut menetapkan harga yang akan dibebankan seluruh perusahaan dan sering menetapkan kuota atau pangsa pasar dari berbagai perusahaan.
Kartel adalah ilegal di sebagian besar negara-negara dunia. OPEC adalah contoh utama dari kartel. Dia timbul karena dia berada diluar pengendalian suatu negara individual.

OPEC tentu saja adalah bentuk dasar dari suatu kartel yang sukses. Keluaran kuota dari masing-masing anggotanya menghasilkan harga menggemparkan yang meningkat (dari $1.10 menjadi $11.50 per barel pada awal tahun 1970-an, dan sampai $34.00 pada akhir tahun 1970-an: suatu kenaikan 3400% dalam sepuluh tahun). Kesulitan-kesulitan OPEC sekarang juga dikarakterisasi dari kartel-kartel: produsen-produsen baru, kesukaran untuk menjalankan kuota dan mempertahankan harga.

KEMACETAN KARTEL
Kartel dan bentuk-bentuk kolusi lainnya cenderung untuk macet karena

- keadaan yang mendorong setiap perusahaan untuk menjual lebih murah,
- perusahaan-perusahaan mungkin mempunyai struktur-struktur biaya berbeda yang menyebabkan kesukaran untuk beberapa perusahaan,
- resesi memberikan ketegangan tambahan terhadap perusahaan-perusahaan,
- perusahaan-perusahaan baru yang memasuki pasar tidak tahan memikul perjanjian,
- ketika banyak perusahaan bergabung, maka disiplin menjadi sukar.

Banyak produsen dari komoditas-komoditas utama mencoba untuk meniru kesuksesan OPEC selama tahun 1970-an. Perjanjian-perjanjian terhadap kuota diberikan misalnya untuk kopi, coklat, timah dan tembaga. Dalam waktu beberapa tahun kuota-kuota tersebut tidak dipatuhi dan kartel menjadi macet.

KEADAAN SALING MENGUNTUNGKAN OLIGOPOLI
Keadaan saling menguntungkan dari perusahaan-perusahaan dalam oligopoli ditunjukkan dalam kebutuhan untuk mempertahankan stabilitas harga yang ditunjukkan dalam permintaan yang bengkok. Hal tersebut bisa memimpin perusahaan-perusahaan untuk mengikuti strategi-strategi yang tidak membuat kolusi pada keseluruhannya tetapi memproduksi hasil yang sama. Strategi-strategi ini termasuk

- kepemimpinan harga dimana satu perusahaan - biasanya, perusahaan yang dominan atau yang paling dinamik - adalah yang pertama untuk mengubah harganya dan seluruh perusahaan mengikuti, dan
- biaya ditambah pemberian harga dimana harga-harga diluruskan sebab seluruh perusahaan memiliki laba atau marjin kenaikan harga yang sama terhadap biaya-biaya yang serupa.

Kurs utama (yaitu tingkat suku bunga yang dibebankan bank-bank komersil terhadap konsumen-konsumen terbaik mereka) biasaya sangat mirip diantara bank-bank besar. Perubahan-perubahan utama juga mengambil tempat dalam jangka waktu yang sangat pendek (kurang dari satu hari), dengan inisiatif dari salah satu bank. Hal tersebut telah ditentukan bahwa tidak ada kolusi keseluruhan yang muncul dalam perubahan-perubahan yang serempak, namun kadar yang tinggi dari keadaan saling tergantung.

TINDAKAN NON HARGA OLIGOPOLI
Pengembangan produk dan iklan keduanya secara ekstensif digunakan dalam bentuk pasar oligopoli karena ketakutan akan perang harga. Lebih lanjut lagi, strategi-strategi ini adalah penting untuk mempertahankan posisi-posisi dominan dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Pabrik-pabrik mobil menggunakan pengembangan produk dan iklan yang ekstensif. Perusahaan-perusahaan minyak (Exxon, Mobil, Chevron) juga berada dalam bentuk pasar oligopoli dan beriklan secara ekstensif. Mereka mengiklankan nama mereka lebih banyak daripada produk-produk mereka sendiri karena produk mereka adalah sama dengan yang dimiliki oleh para pesaing.

PENGARUH EKONOMI OLIGOPOLI
Bentuk pasar oligopoli merugikan masyakat dalam perbandingannya dengan persaingan sempurna karena kerugian efisiensi produktif dan alokatif. Sebagai tambahan, pengaruh yang tidak diinginkan bahkan bisa menjadi lebih buruk daripada monopoli karena pengawasan tidak memungkinkan, skala ekonomis yang lebih sedikit ditunjukkan serta lebih banyak tindakan-tindakan non harga sia-sia yang digunakan. Bagaimanapun juga, beberapa pengaruh yang bermanfaat ditentang untuk didapatkan dari kemajuan teknologi dan skala produksi.

Kasus ekstrim dari suatu kartel yang sukses seperti OPEC menunjukkan ancaman yang dibawa oleh bentuk pasar oligopoli untuk mengurangi ketersediaan dari produk yang diperlukan dan kenaikan harga yang banyak. Namun bahkan dalam situasi-situasi non kartel, beberapa harga yang tinggi dapat diamati dalam banyak produk-produk pabrikan.

KEMAJUAN TEKNOLOGI OLIGOPOLI
Bentuk pasar oligopoli dilihat sebagai suatu kerangka yang perlu dimana laba dan persaingan ditunjukkan untuk merangsang kemajuan teknologi dan membuatnya bermanfaat. Bagaimanapun juga, studi-studi menunjukkan bahwa sebagian besar terobosan-terobosan teknologi dihasilkan dari perusahaan-perusahaan kecil daripada perusahaan-perusahaan yang dominan.

Sarana manajemen (Tools of Management)

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

MANAJEMEN - KEKUATAN DAN KELEMAHAN

10 Kekuatan

  1. Aktif
  2. Ramah
  3. Kreatif
  4. Ambisius
  5. Optimis
  6. Setia kawan
  7. Baik
  8. Gampang bergaul
  9. Periang
  10. Penyayang

10 Kelemahan

  1. Tidak sabaran
  2. Ceroboh
  3. Cerewet
  4. Tukang tidur
  5. Plin plan
  6. Kurang percaya diri
  7. Emosian
  8. Cengeng
  9. Pelupa
  10. Keras kepala

DEFINISI MANAJEMEN

Definisi manajemen antara lain, yaitu:


  1. Manajemen yaitu suatu proses dimana pelaksanaannya suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi (Encylopedia of The Social Science,dalam M. Manulang 1983).

  2. Manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang di lakukan individu untuk mencapai tujuan (Haiman,dalam M. Manulang 1983).

  3. Manajemen yaitu cara pencapaian tujuan yang telah di tentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain (Georgy R. Terry,dalam M. Manulang 1983).

  4. Management is a distinct process consisting of planning, orgainizing,actuanting, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources (Hasibuan,2004).

  5. Manajemen adalah seni atau ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan (H.B Siswanto,2005).

  6. Manajemen Operasional adalah serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukkan menjadi keluaran, dimana kegiatan tersebut terjadi di semua sektor organisasi (Jay Heizer dan Barry Hander,2001).

  7. The term operations management refers to the direction and contro of the processes that transform inputs into products and services (Lee J.Krajewski dan Larry P.Ritzman,2002).

  8. Manajemen mutu adalah keseluruhan metode untuk mengatur mutu dalam suatu organisasi meliputi produk, jasa, kinerja proses dan sumber daya manusia (Miranda dan A.W. Tunggal,2003).

  9. Manajemen mutu terpadu adalah suatu pendekatan dalam menjalankan usaha dan mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya (Siswanto,2005).

  10. Manajemen sebagai ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi teori dan manajemen sebagai suatu seni, di sini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain, bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama (M.Manulang,1983).

  11. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencpai suatu tujuan bersama (M.Manulang,1983).

Macam dan Jenis Manajer / Manajemen Berdasarkan Level atau Tingkatan

Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :

1. Manajer Puncak / Top Manager
Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah.

2. Manajer Menegah / Middle Manager
Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.

3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager
Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

Tambahan Hierarki Manajemen :Dari sisi jumlah, jumlah dari atas ke bawah berbentuk kerucut atau piramida, yaitu semakin tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka semakin sedikit jumlah manajer pada tingkatan tersebut.

Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)

Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan dikemukakannya pendapat beberapa penulis sebagai berikut:

Louis A. Allen : Leading, Planning, Organizing, Controlling.

Prajudi Atmosudirdjo : Planning, Organizing, Directing, atau Actuating and Controlling.

John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Command -ing, and Controlling.

Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.

Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Repor-ting, Budgeting.

Koontz dan O’Donnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning, Controlling.

William H. Newman : Planning, Organizing, Assem-bling, Resources, Directing, Controlling.

Dr. S.P. Siagian., M.P.A : Planning, Organizing, motivating and Controlling.
William Spriegel : Planning, organizing, Controlling

Lyndak F. Urwick : Forecasting, Planning Orga-nizing, Commanding, Coordina-ting, Controlling.

Dr. Winardi, S.E : Planning, Organizing, Coordi-nating, Actuating, Leading, Co-mmunication, Controlling

The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating, Control-ling, Improving.

James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading, and Controlling.

George R. Terry : Planning, Organizing, Staffing, Motivating, and Controlling.
Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:
*Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
  1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
  2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
  3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
  4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
  5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
  6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.

*Organizing (organisasi)
Organizing adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

*Leading
Berbagai Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :

  1. Mengambil keputusan
  2. Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
  3. Memeberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
  4. Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta
  5. Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

*Directing atau Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

*Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

*Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

*Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.

*Reporting
Reporting Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

*Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi. Forecasting Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Pengertian Manajemen (Definition of Management)

Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakandan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
  1. Manajemen sebagai suatu proses
  2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
  3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut :

1 Ma. Menurut Horold Koontz dan Cyril O'donnel :
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
2. Menurut R. Terry :
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
3. Menurut James A.F. Stoner :
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.
4. Menurut Lawrence A. Appley :
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.